<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-603644415902310779</id><updated>2011-12-06T22:00:39.382-08:00</updated><category term='liburan'/><title type='text'>Sedahan Pohon  Yang Merindukan Hidayah-Nya</title><subtitle type='html'>HATI YG TERLUKA KARENA HIJAB TAK KUNJUNG HILANG</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Syarul Fala Alfatih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16362549648214189221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/S6L1YyNYSqI/AAAAAAAAAOs/87AhAIqyM6Y/S220/Gambar+(4).jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>25</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-603644415902310779.post-4587285521423923385</id><published>2010-03-18T20:28:00.000-07:00</published><updated>2010-03-18T20:28:33.785-07:00</updated><title type='text'>pengemis</title><content type='html'>&lt;a href='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/S6LvX0uwbFI/AAAAAAAAAOA/xa11k97hAAI/s1600-h/BUDIDAYA+JAMUR+TIRAM.jpg'&gt;&lt;img src='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/S6LvX0uwbFI/AAAAAAAAAOA/xa11k97hAAI/s320/BUDIDAYA+JAMUR+TIRAM.jpg' border='0' alt=''style='clear:both;float:left; margin:0px 10px 10px 0;' /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;div style='clear:both; text-align:LEFT'&gt;&lt;a href='http://picasa.google.com/blogger/' target='ext'&gt;&lt;img src='http://photos1.blogger.com/pbp.gif' alt='Posted by Picasa' style='border: 0px none ; padding: 0px; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;' align='middle' border='0' /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/603644415902310779-4587285521423923385?l=aqiemcahpemalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/feeds/4587285521423923385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2010/03/pengemis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/4587285521423923385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/4587285521423923385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2010/03/pengemis.html' title='pengemis'/><author><name>Syarul Fala Alfatih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16362549648214189221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/S6L1YyNYSqI/AAAAAAAAAOs/87AhAIqyM6Y/S220/Gambar+(4).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/S6LvX0uwbFI/AAAAAAAAAOA/xa11k97hAAI/s72-c/BUDIDAYA+JAMUR+TIRAM.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-603644415902310779.post-8057083049542463234</id><published>2009-08-17T23:03:00.000-07:00</published><updated>2009-08-17T23:07:29.796-07:00</updated><title type='text'>Quantum Tarbiyah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SopFDZnJk6I/AAAAAAAAAN0/R9uBnmYqJYM/s1600-h/QUANTUM+TARBIYAH.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SopFDZnJk6I/AAAAAAAAAN0/R9uBnmYqJYM/s400/QUANTUM+TARBIYAH.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371181430309753762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pada-Mu Rabbi Aku Berjanji…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman,&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar." (QS At Taubah : 111)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kita sudah berjanji...&lt;br /&gt;Mau tidak mau, sadar atau tidak, terpaksa atau rela, kita sudah berjanji kepada Allah. Berjanji untuk tunduk kepada aturan-Nya, menjadikan Allah sebagai Rabb kita. Sejak dalam kandungan sesungguhnya manusia telah diminta perjanjian atau transaksi untuk menyembah hanya kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)" (QS Al A’raf : 172)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dipaksa untuk bersyahadat&lt;br /&gt;"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS Al Baqarah : 256)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dr. Abdullah Nashih Ulwan, pakar pendidikan Islam, dalam kitab Tarbiyah Ruhiyah bahwa salah satu jalan menuju taqwa adalah mu’ahadah. Yakni selalu mengingat perjanjian dengan Allah. Dalam sehari minimal 9 kali seorang muslim mengucapkan persaksiannya bahwa tidak ada ilah yang haq untuk disembah kecuali hanya Allah, dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikrar ini memiliki konsekuensi sebagai mitsaqan ghalizha, perjanjian yang agung. Terlebih karena ikrar ini kita ucapkan dengan sesadar-sadarnya dalam shalat tanpa paksaan sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah berjanji, terpaksa atau dengan senang hati. Mu’ahadah berarti kita mengingat itu semua sebagai konsekuensi dari janji, karena setiap janji akan dimintai pertanggung jawabannya. Maka tepatilah janjimu. Allah berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat." (QS An Nahl :91)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Memenuhi Janji Itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji adalah energi. Kekuatannya dahsyat merasuk ke dalam hati. Sebab ia mengikat untuk diikuti dan dipatuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu…" (QS Al Ma’idah : 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar." (QS Al Fath : 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penuhilah janjimu!&lt;br /&gt;Karena kita sudah berjanji dan wajib menunaikannya, maka kita kita harus menenggelamkan diri dalam atmosfir tarbiyah untuk meningkatkan kualitas diri, keluarga dan masyarakat guna meraih kesempurnaan Islam, Iman, dan Ihsan serta mendapat ridha Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengakui keunikan pribadi&lt;br /&gt;Tarbiyah tidak dimaksudkan untuk membentuk pribadi yang seragam, atau menyeragamkan kepribadian. Tetapi justru mengakui keberagaman dan keunikan untuk diberdayakan sesuai keistimewaan yang telah Allah anugerahkan. Karena kata Nabi setiap manusia memiliki karakteristik masing-masing. "Sebaik-baik kalian di era jahiliyah, sebaik-baik pula di era Islam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai dari diri sendiri&lt;br /&gt;Ini tentu menuntut adanya kefahaman, keikhlasan, pengamalan, ketaatan, pengorbanan, kemurnian dan ketulusan, kerja sama serta saling percaya (tsiqah). Tarbiyah yang dibingkai kesadaran penuh inilah yang akan membawa seseorang pada kekokohan sikap, atsbatuhum muqiifan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen terhadap diri sendiri&lt;br /&gt;Rahasia sukses ada di tangan kita. Kitalah yang menentukan sukses maupun kegagalan kita. Imam Hasan Al-Hudhaibi berpesan, "Tegakkanlah daulah Islam di dadamu maka akan tertegak ia di bumimu". Jangan menuntut orang lain, tapi tuntutlah diri sendiri. Ajaklah orang lain dengan magnet kebaikan, serulah manusia dengan teladan utama, kuatkan pengaruhmu dengan ketulusan jiwa, jaga dirimu di mana saja berada dengan akhlak mulia, buka pertolongan Allah dengan banyak ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbatas tapi teratas&lt;br /&gt;Orang yang terbatas justru kreatif. Kami yakin bahwa tarbiyah yang sukses bukan terletak pada banyaknya, mahalnya, lengkapnya fasilitas yang ada, tetapi lebih pada kemauan yang kuat dan kreativitas yang selalu terasah. Sehingga apapun keadaannya aktivitas tarbiyah tetap berlangsung, meski dalam keterbatasan, bahkan sangat terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak berorientasi kepada keterbatasan tapi bagaimana menciptakan kemelimpahan. Kitalah yang menciptakan kondisi. Kitalah yang membuat momentum itu menjadi ada. Kitalah yang berupaya menghadirkan perubahan menjadi nyata dan agar eksistensi tetap terjaga.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Membangun Kecerdasan Tarbiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak kudapatkan cela yang paling besar pada diri seseorang selain kemampuannya untuk sempurna, tetapi dia tidak mau berjuang untuk meraihnya." (Abu Thayyib Al Mutanabbi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarbiyah itu mencerdaskan&lt;br /&gt;Empat kunci ketenangan hidup&lt;br /&gt;"Aku bisa tenang menjalani hidup ini karena empat hal. Pertama, aku tahu bahwa rezekiku tidak akan jatuh ke tangan orang lain, maka hatiku menjadi tenang. Kedua, aku tahu bahwa tugasku tidak akan dikerjakan orang lain, maka aku sibukkan diriku dengannya. Ketiga, aku tahu bahwa Allah selalu melihatku, maka aku malu jika aku menjatuhkan diriku dalam lumpur dosa. Keempat, aku tahu bahwa ajal itu pasti datang, maka aku selalu bersiap-siap menantinya." (Imam Hasan Al-Basri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarbiyah adalah cara cerdas untuk bahagia, menggapai apa yang semestinya kita dapatkan, menyempurnakan kekurangan, menutup aib dan cela, mengubah tantangan menjadi peluang, mengubah hambatan menjadi kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri orang cerdas adalah orang berpikir dan bertindak lebih cepat dari masanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan itu dicapai dengan usaha yang serius dan terus menerus. Serius bukan berarti tidak pernah tertawa. Serius tarbiyah juga bukan berarti tidak bekerja, hanya melulu tarbiyah, bukan itu. Justru orang yang serius itulah yang hidup dengan visi dan misi yang jelas, hidup untuk memberi manfaat, serius dalam amal dan ibadah, agar hidup terasa lebih nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan Positioning diri&lt;br /&gt;Beriman berbeda dengan sekedar berislam. Sebab iman tidak akan bermanfaat tanpa amal. Firman Allah,&lt;br /&gt;Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman." Katakanlah: "Kamu belum beriman, tapi katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar. (QS Al Hujurat : 14-15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakan dengan prestasi&lt;br /&gt;Tiga kunci kebaikan&lt;br /&gt;"Ada tiga hal yang apabila ketiganya ada pada dirimu, niscaya akan turun kebaikan dari langit dan pasti kamu akan mendapatkan bagiannya. Pertama, hendaklah amalanmu hanya untuk Allah SWT. Kedua, sukailah doa yang menjadi milik orang lain seperti engkau menyukai untuk dirimu. Ketiga, jagalah kehalalan makananmu semampumu." (Abu Hudzaifah ra.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raih suksesmu&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda,&lt;br /&gt;"Kebaikan adalah akhlak yang baik, dan dosa adalah apa yang terasa menggangu jiwamu dan engkau tidak suka jika diketahui manusia." (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda,&lt;br /&gt;"Barang siapa membuatnya bahagia dengan kebaikannya dan bersedih karena keburukannya, maka dia adalah orang mukmin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses itu bikin Percaya Diri&lt;br /&gt;Ada lima golongan yang bakal menyesal. Siapa mereka?&lt;br /&gt;1.    Orang yang kehilangan kesempatan beramal.&lt;br /&gt;2.    Orang yang terputus dari saudaranya saat tertimpa musibah.&lt;br /&gt;3.    Orang yang berhasil menangkap musuh tapi lepas kembali karena penjagaannya yang lemah.&lt;br /&gt;4.    Orang yang meninggalkan istri shalihah jika diuji dengan wanita yang buruk.&lt;br /&gt;5.    Orang yang bermaksiat hingga ajal menjemputnya.&lt;br /&gt;(Ibnul Muqaffa’)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sukses diri dalam melakukan kebaikan itu tumbuhlah rasa percaya diri. Setelah kita percaya diri, maka kita akan bisa melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih banyak lagi.&lt;br /&gt;Diantara balasan kebaikan itu adalah mengajak saudaranya, kebaikan yang lain.&lt;br /&gt;Misalnya, kalau kita bangun malam, lalu shalat malam maka akan terbuka kebaikan lain seperti dzikir, tilawah, doa, bahkan tergerak untuk berniat puasa sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barengilah dakwah kita dengan bekal ilmu agar lebih seru dan bermutu. Kepercayaan diri kita akan bertambah saat kita meraih kesuksesan, meskipun berasal dari sukses-sukses yang kecil. Adapun ketika menghadapi masalah, maka hal ini akan membuat kita lebih termotivasi untuk bisa meraih sukses yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya jangan mengabaikan sukses-sukses kecil itu. Percayalah, bahwa sesungguhnya dari sukses-sukses kecil itu akan menjadi kesuksesan yang luar biasa pada bisnis kita di masa depan. Selamat menempuh hidup baru di jalan dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri orang cerdas adalah orang yang tidak rela menyerah kalah dari segala bentuk kekurangan, serius melakukan perbaikan, sungguh-sungguh menggunakan kesempatan, dan kontinyu dalam menggandakan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Quantum Tarbiyah, Ustadz Solikhin Abu Izzuddin&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/603644415902310779-8057083049542463234?l=aqiemcahpemalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/feeds/8057083049542463234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/08/quantum-tarbiyah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/8057083049542463234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/8057083049542463234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/08/quantum-tarbiyah.html' title='Quantum Tarbiyah'/><author><name>Syarul Fala Alfatih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16362549648214189221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/S6L1YyNYSqI/AAAAAAAAAOs/87AhAIqyM6Y/S220/Gambar+(4).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SopFDZnJk6I/AAAAAAAAAN0/R9uBnmYqJYM/s72-c/QUANTUM+TARBIYAH.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-603644415902310779.post-9192273744876731841</id><published>2009-08-11T00:22:00.000-07:00</published><updated>2009-08-11T00:31:38.250-07:00</updated><title type='text'>Da'wah Dusta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SoEeT6556rI/AAAAAAAAANs/ZEe114TVUm8/s1600-h/ikhwah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 102px; height: 116px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SoEeT6556rI/AAAAAAAAANs/ZEe114TVUm8/s400/ikhwah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368605558380817074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah kisah cantik yang dikutip oleh Syaikh ’Abdullah Nashih ’Ulwan dalam Taujih Ruhiyah-nya. Kisah menarik ini, atau yang semakna dengannya juga termaktub dalam karya agung Ibnul Qayyim Al Jauziyah yang khusus membahas para pencinta dan pemendam rindu, Raudhatul Muhibbin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kisah tentang seorang gadis yang sebegitu cantiknya. Dialah sang bunga di sebuah kota yang harumnya semerbak hingga negeri-negeri tetangga. Tak banyak yang pernah melihat wajahnya, sedikit yang pernah mendengar suaranya, dan bisa dihitung jari orang yang pernah berurusan dengannya. Dia seorang pemilik kecantikan yang terjaga bagaikan bidadari di taman surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana wajarnya, sang gadis juga memendam cinta. Cinta itu tumbuh, anehnya, kepada seorang pemuda yang belum pernah dilihatnya, belum pernah dia dengar suaranya, dan belum tergambar wujudnya dalam benak. Hanya karena kabar. Hanya karena cerita yang beredar. Bahwa pemuda ini tampan bagai Nabi Yusuf zaman ini. Bahwa akhlaqnya suci. Bahwa ilmunya tinggi. Bahwa keshalihannya membuat iri. Bahwa ketaqwaannya telah berulangkali teruji. Namanya kerap muncul dalam pembicaraan dan doa para ibu yang merindukan menantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis pujaan itu telah kasmaran sejak didengarnya sang bibi berkisah tentang pemuda idaman. Tetapi begitulah, cinta itu terpisah oleh jarak, terkekang oleh waktu, tersekat oleh rasa asing dan ragu. Hingga hari itu pun tiba. Sang pemuda berkunjung ke kota si gadis untuk sebuah urusan. Dan cinta sang gadis tak lagi bisa menunggu. Ia telah terbakar rindu pada sosok yang bayangannya mengisi ruang hati. Meski tak pasti adakah benar yang ia bayangkan tentang matanya, tentang alisnya, tentang lesung pipitnya, tentang ketegapannya, tentang semuanya. Meski tak pasti apakah cintanya bersambut sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ditulisnyalah surat itu, memohon bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ia mendapat jawaban. ”Ya”, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mereka bertemu di satu tempat yang disepakati. Berdua saja. Awal-awal tak ada kata. Tapi bayangan masing-masing telah merasuk jauh menembus mata, menghadirkan rasa tak karuan dalam dada. Dan sang gadis yang mendapati bahwa apa yang ia bayangkan tak seberapa dibanding aslinya; kesantunannya, kelembutan suaranya, kegagahan sikapnya. Ia berkeringat dingin. Tapi diberanikannya bicara, karena demikianlah kebiasaan yang ada pada keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maha Suci Allah”, kata si gadis sambil sekilas kembali memandang, ”Yang telah menganugerahi engkau wajah yang begitu tampan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pemuda tersenyum. Ia menundukkan wajahnya. ”Andai saja kau lihat aku”, katanya, ”Sesudah tiga hari dikuburkan. Ketika cacing berpesta membusukkannya. Ketika ulat-ulat bersarang di mata. Ketika hancur wajah menjadi busuk bernanah. Anugerah ini begitu sementara. Janganlah kau tertipu olehnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Betapa inginnya aku”, kata si gadis, ”Meletakkan jemariku dalam genggaman tanganmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pemuda berkeringat dingin mendengarnya. Ia menjawab sambil tetap menunduk memejamkan mata. ”Tak kurang inginnya aku berbuat lebih dari itu. Tetapi coba bayangkan, kulit kita adalah api neraka; yang satu bagi yang lainnya. Tak berhak saling disentuhkan. Karena di akhirat kelak hanya akan menjadi rasa sakit. dan penyesalan yang tak berkesudahan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si gadis ikut tertunduk. ”Tapi tahukah engkau”, katanya melanjutkan, ”Telah lama aku dilanda rindu, takut, dan sedih. Telah lama aku merindukan saat aku bisa meletakkan kepalaku di dadamu yang berdegub. Agar berkurang beban-beban. Agar Allah menghapus kesempitan dan kesusahan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jangan lakukan itu kecuali dengan haknya”, kata si pemuda. ”Sungguh kawan-kawan akrab pada hari kiamat satu sama lain akan menjadi seteru. Kecuali mereka yang bertaqwa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita cukupkan sampai di sini sang kisah. Mari kita dengar komentar Syaikh ’Abdullah Nashih ’Ulwan tentangnya. ”Apa yang kita pelajari dari kisah ini?”, demikian beliau bertanya. ”Sebuah kisah yang indah. Sarat dengan ’ibrah dan pelajaran. Kita lihat bahwa sang pemuda demikian fasih membimbing si gadis untuk menghayati kesucian dan ketaqwaan kepada Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tapi”, kata beliau memberi catatan. ”Dalam kisah indah ini kita tanpa sadar melupakan satu hal. Bahwa sang pemuda dan gadis melakukan pelanggaran syari’at. Bahwa sang pemuda mencampuradukkan kebenaran dan kebathilan. Bahwa ia meniupkan nafas da’wah dalam atmosfer yang ternoda. Dan dampaknya bisa kita lihat dalam kisah; sang gadis sama sekali tak mengindahkan da’wahnya. Bahkan ia makin berani dalam kata-kata; mengajukan permintaan-permintaan yang makin meninggi tingkat bahayanya dalam pandangan syari’at Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Dia sama sekali tak memperhatikan isi kalimat da’wah sang pemuda. Buktinya, kalimatnya makin berani dan menimbulkan syahwat dalam hati. Mula-mula hanya mengagumi wajah. Lalu membayangkan tangan bergandengan, jemarinya menyatu bertautan. Kemudian membayangkan berbaring dalam pelukan. Subhanallah, bagaimana jika percakapan diteruskan tanpa batas waktu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kesalahan itu”, kata Syaikh ’Abdullah Nashih ’Ulwan memungkasi, ”Telah terjadi sejak awal.” Apa itu? ”Mereka berkhalwat! Mereka tak mengindahkan peringatan syari’at dan pesan Sang Nabi tentang hal yang satu ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Mereka berkhalwat! Bersepi berduaan. Ya. Sang pemuda memang sedang berda’wah. Tapi meminjam istilah salah seorang Akh yang paling saya cintai dalam ’surat cinta’-nya yang masih saya simpan hingga kini, ini adalah ”Da’wah dusta!” Da’wah dusta. Da’wah dusta. Di jalan cinta para pejuang, mari kita hati-hati terhadap jebakan syaithan. Karena yang tampak indah selalu harus diperiksa dengan ukuran kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;taken from: Jalan Cinta Para Pejuang/Cinta Bersujud Di Mihrab Taat/Selingan Cinta dari Khazanah Lama&lt;br /&gt;by Salim A. Fillah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/603644415902310779-9192273744876731841?l=aqiemcahpemalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/feeds/9192273744876731841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/08/dawah-dusta.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/9192273744876731841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/9192273744876731841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/08/dawah-dusta.html' title='Da&apos;wah Dusta'/><author><name>Syarul Fala Alfatih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16362549648214189221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/S6L1YyNYSqI/AAAAAAAAAOs/87AhAIqyM6Y/S220/Gambar+(4).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SoEeT6556rI/AAAAAAAAANs/ZEe114TVUm8/s72-c/ikhwah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-603644415902310779.post-3031697679698105887</id><published>2009-08-05T00:57:00.001-07:00</published><updated>2009-08-05T00:58:31.991-07:00</updated><title type='text'>PENGEMIS itu,,?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/Snk7l-_UOyI/AAAAAAAAANM/9uU-_OQuWII/s1600-h/20080721124450_sujudsuyudi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 266px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/Snk7l-_UOyI/AAAAAAAAANM/9uU-_OQuWII/s400/20080721124450_sujudsuyudi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366385954738420514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pada suatu hari sepasang suami isteri sedang makan bersama di rumahnya. Tiba-tiba pintu rumahnya diketuk seorang pengemis. Melihat keadaan pengemis itu, si isteri merasa terharu dan dia bermaksud hendak memberikan sesuatu. Tetapi sebelumnya sebagai seorang wanita yang shalihat dan patuh kepada suaminya, dia meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya, "Wahai Suamiku, bolehkah aku memberi makanan kepada pengemis itu ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya suaminya memiliki karakter berbeda dengan wanita itu. Dengan suara lantang dan kasar menjawab, "Tidak usah! usir saja dia, dan tutup kembali pintunya!" Si isteri terpaksa tidak memberikan apa-apa kepada pengemis tadi sehingga dia berlalu dengan kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari yang naas, perdagangan leleki itu jatuh bangkrut. Kekayaannya habis dan ia menderita banyak hutang. Selain itu, karena ketidakcocokan sifat dengan isterinya, rumah tangganya menjadi berantakan sehingga terjadilah perceraian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama sesudah masa iddahnya bekas isteri yang pailit itu menikah lagi dengan seorang pedagang dikota dan hidup berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu ketika wanita itu sedang makan dengan suaminya (yang baru),tiba-tiba ia mendengar pintu rumahnya diketuk orang. Setelah pintunya dibuka ternyata tamu tak diundang itu adalah seorang pengemis yang sangat mengharukan hati wanita itu. Maka wanita itu berkata kepada suaminya,"Wahai suamiku, bolehkah aku memberikan sesuatu kepada pengemis ini?". Suaminya menjawab, "Berikan makan pengemis itu!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memberi makanan kepada pengemis itu isterinya masuk kedalam rumah sambil menangis. Suaminya dengan perasaan heran bertanya kepadanya,"Mengapa engkau menangis? apakah engakau menangis karena aku menyuruhmu memberikan daging ayam kepada pengemis itu?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu menggeleng halus, lalu berkata dengan nada sedih, "Wahai suamiku, aku sedih dengan perjalanan taqdir yang sungguh menakjubkan hatiku. Tahukah engakau siapa pengemis yang ada diluar itu ?............ Dia adalah suamiku yang pertama dulu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar keterangan isterinya demikian, sang suami sedikit terkejut,tapi segera ia balik bertanya, "Dan, tahukah engkau siapa aku yang kini menjadi suamimu ini?.................. Aku adalah pengemis yang dulu diusirnya!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku, kehidupan ini adalah bagaikan roda, terkadang posisi kita diatas, terkadang posisi kita di bawah. Jadi, janganlah terlena ketika posisi kita diatas, sehingga tanpa sadar kita sombong dan merendahkan orang-orang dibawah kita. Karena siapa tahu, orang yang kita rendahkan tersebut suatu saat akan diatas kita. Dan sebaliknya janganlah engkau merasa minder dan takut, ketika posisi kita dibawah, karena siapa tahu suatu saat kita akan diatasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah tidaklah memandang hamba-Nya sesuai gelar, pangkat, jabatan yang kita sandang, akan tetapi Allah memandang hamba-Nya sesuai dengan tingkat ketaqwaannya.&lt;br /&gt;Wallahua’lam....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/603644415902310779-3031697679698105887?l=aqiemcahpemalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/feeds/3031697679698105887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/08/pengemis-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/3031697679698105887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/3031697679698105887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/08/pengemis-itu.html' title='PENGEMIS itu,,?'/><author><name>Syarul Fala Alfatih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16362549648214189221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/S6L1YyNYSqI/AAAAAAAAAOs/87AhAIqyM6Y/S220/Gambar+(4).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/Snk7l-_UOyI/AAAAAAAAANM/9uU-_OQuWII/s72-c/20080721124450_sujudsuyudi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-603644415902310779.post-6842638928363147622</id><published>2009-08-05T00:48:00.001-07:00</published><updated>2009-08-05T00:55:28.107-07:00</updated><title type='text'>Segelas SUSU....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/Snk636d8K5I/AAAAAAAAANE/Aw1jli0Bh90/s1600-h/DD.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 85px; height: 119px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/Snk636d8K5I/AAAAAAAAANE/Aw1jli0Bh90/s400/DD.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366385163250707346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Suatu hari seorang bocah miskin sedang berjualan dari rumah ke rumah demi membiayai sekolahnya. Ia merasa lapar dan haus, tapi sayangnya ia hanya mempunyai sedikit sekali uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak itu memutuskan untuk meminta makanan dari rumah terdekat. Tetapi, saat seorang gadis muda membukakan pintu, ia kehilangan keberaniannya. Akhirnya ia hanya meminta segelas air putih untuk menawarkan dahaga. Gadis muda itu berpikir pastilah anak ini merasa lapar, maka dibawakannyalah segelas besar susu untuk anak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia meminumnya perlahan, kemudian bertanya, "Berapa saya berhutang kepada Anda ?""Kamu tidak berhutang apapun kepada saya," jawabnya. "Ibuku mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk perbuatan baik yang kami lakukan."Anak itu menjawab, "Kalau begitu, saya hanya bisa mengucapkan terima kasih dari lubuk hati saya yang terdalam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Howard Kelly - anak kecil yang miskin itu - meninggalkan rumah tersebut, dia bukan hanya merasa badannya lebih segar, tetapi keyakinannya pada Tuhan dan sesama manusia menjadi lebih kuat. Sebelumnya dia sudah merasa putus asa dan hampir menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun demi tahun berlalu. Suatu hari wanita muda tersebut mengalami sakit parah. Dokter yang menanganinya merasa bingung dan akhirnya mengirim wanita itu ke kota besar untuk mendapatkan pertolongan spesialis. Dr. Howard Kelly dipanggil untuk berkonsultasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia mendengar nama kota tempat asal si pasien, ia segera pergi ke kamar tempat dimana wanita tersebut dirawat. Ia langsung mengenali dan memutuskan untuk melakukan hal terbaik yang bisa ia usahakan untuk menolongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak hari itu, ia memberikan perhatian khusus pada kasus ini. Setelah melewati perjuangan panjang, peperanganpun dapat dimenangkan. Dr. Kelly dipanggil oleh pihak administrasi untuk menandatangani biaya yang harus dibayarkan oleh si wanita kepadanya. Ia melihat kepada kuitansi tersebut, dan kemudian menuliskan sesuatu. Kuintansi tersebut lalu di kirim ke kamar perawatan si wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita tersebut merasa takut untuk membukanya, karena ia merasa yakin bahwa ia tidak akan mampu membayarnya. Akhirnya dengan menguatkan hati, ia melihat ke kuintansi tersebut. Sebuah tulisan pada kuitansi telah menarik perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membaca tulisan itu : "TELAH DI BAYAR PENUH DENGAN SATU GELAS SUSU." Tertanda, Dr. Howard Kelly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata mengalir dari matanya saat hatinya yang bahagia mengucapkan doa dan pujian :"Terima kasih Tuhan, kasihMu telah memancar melalui hati dan tangan manusia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku, begitulah arti ketulusan. Akan sangat terasa, mana pemberian dengan tulus dengan yang tidak. Mana senyuman yang tulus dan mana senyuman yang ketus. Ketulusan memberikan energi tersendiri kepada penerimanya. Akan terasa sangat berbeda ketika kita bertemu dengan seseorang, kemudia dia menyapa dengan tulus, senyum ikhlas, dengan raut muka cerah, maka tanpa terasa wajah cerah akan menular kepada diri kita. Sebaliknya ketika kita bertemu seseorang, disambut dengan wajah senyum ketus, ah saya yakin senyum kita juga akan menjadi ketus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang hanya memberikan senyum tulus saja kita merasa berat, apalagi memberikan rasa tulus untuk memaafkan atas segala kesalahan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlatihlah untuk berbuat tulus dan iklas, janganlah kita berharap balasan orang lain akan kebaikan kita. Akan tetapi yakinlah, Allah pasti akan membalas segala amal yang tulus dan ikhlas karena-Nya, baik itu balasan di dunia ataupun di akherat.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/603644415902310779-6842638928363147622?l=aqiemcahpemalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/feeds/6842638928363147622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/08/segelas-susu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/6842638928363147622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/6842638928363147622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/08/segelas-susu.html' title='Segelas SUSU....'/><author><name>Syarul Fala Alfatih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16362549648214189221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/S6L1YyNYSqI/AAAAAAAAAOs/87AhAIqyM6Y/S220/Gambar+(4).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/Snk636d8K5I/AAAAAAAAANE/Aw1jli0Bh90/s72-c/DD.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-603644415902310779.post-6937735951799041398</id><published>2009-08-04T23:02:00.001-07:00</published><updated>2009-08-05T00:43:35.546-07:00</updated><title type='text'>Garam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SnkglVMXcXI/AAAAAAAAAMc/15BduMf-PUA/s1600-h/g.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 122px; height: 92px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SnkglVMXcXI/AAAAAAAAAMc/15BduMf-PUA/s400/g.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366356256704917874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Seorang anak benama Rafi, mengeluh kepada ayahnya yang sedang makan di ruang makan, “Ayah, guruku tidak adil, masak si Budi kok yang ditunjuk jadi ketua kelas. Padahal aku adalah anak yang terpintar di kelas, aku juga sering membantu Pak guru. Padahal aku yakin akan menjadi ketua kelas.” keluh Rafi sambil cemberut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Begitu ya?” tanya sang ayah, sambil menyelesaikan makannya. ”Rafi anakku, lihatlah sup buatan Ibumu ini, menurutmu apa yang membuat sup ini enak?” tanya ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hm....pastinya karena banyak sayurnya, ada dagingnya juga, juga penampilannya yang menggugah selera.” jawab sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jawabanmu benar Rafi, akan tetapi itu bukan faktor yang paling utama yang menjadikan sup ini menjadi enak.” kata ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”lalu apa Ayah?” tanya Rafi penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Garam! Tanpa adanya garam semua sayuran, daging, kuah akan terasa hambar. Lalu apakah engkau melihat wujud garam dalam sup ini?” tanya ayah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya nggak dong Ayah, kan sudah larut dalap sup itu” jawab Rafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kamu benar, garam dalam sup ini tidak terlihat sama sekali, akan tetapi semua orang mengakui akan keberadaan, dan kemanfaatan dalam sup ini, bahkan di semua masakan, tanpa harus terlihat.” kata ayah sambil menatap mata Rafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Begitu juga dalam kehidupan ini Rafi, kita tidak harus tampak, menonjol, populer di depan banyak orang, akan tetapi yang paling utama adalah ketulusan kita dalam berbuat, beramal, membantu. Jadi, menjadi ketua kelas bukanlah faktor utama, walaupun itu juga bermanfaat, akan tetapi ketulusan hatimu dalam berbuat amal itu yang akan diakui dan dikenang selamanya di hati teman-temanmu. Maka jadilah engkau seperti garam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku, ada perasaan sedih ketika para caleg-caleg saling bersaing, saling menghujat, bahkan saling menjatuhkan di internal partainya masing-masing. Kalau mereka tulus berjuang demi rakyat, kenapa harus ngotot menjadi pemimpin sehingga menghalalkan segala cara. Bahkan sampai memfitnah orang lain. Sungguh menyedikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menjadi pemimpin, memang perjuangan kita menjadi lebih efektif, akan tetapi ketulusan perjuangan adalah faktor utama dalam merubah bangsa ini menjadi lebih baik, tidak harus menjadi pemimpin. Jadi, janganlah terlalu ngotot menjadi pemimpin, bahkan sampai mempertaruhkan segala hartanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah seperti besi beton dalam suatu bangunan, dia tidak terlihat sama sekali, akan tetapi semua orang menyadari bahwa besi betonlah yang menyebabkan suatu bangunan berdiri dengan tegap dan kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para caleg, sudah tuluskah anda memperjuangkan bangsa ini menjadi lebih baik&lt;/span&gt;?&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/603644415902310779-6937735951799041398?l=aqiemcahpemalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/feeds/6937735951799041398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/08/seorang-anak-benama-rafi-mengeluh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/6937735951799041398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/6937735951799041398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/08/seorang-anak-benama-rafi-mengeluh.html' title='Garam'/><author><name>Syarul Fala Alfatih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16362549648214189221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/S6L1YyNYSqI/AAAAAAAAAOs/87AhAIqyM6Y/S220/Gambar+(4).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SnkglVMXcXI/AAAAAAAAAMc/15BduMf-PUA/s72-c/g.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-603644415902310779.post-4507659205865447648</id><published>2009-08-04T22:53:00.000-07:00</published><updated>2009-08-04T23:08:14.827-07:00</updated><title type='text'>Rumah Sempit</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SnkhNcuI5FI/AAAAAAAAAMk/QswfwHSrTrM/s1600-h/gu.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 83px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SnkhNcuI5FI/AAAAAAAAAMk/QswfwHSrTrM/s400/gu.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366356945920386130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Alkisah ada seseorang bernama Abdul mengeluh kepada Pak Kyai, orang yang dianggap bijaksana di kampungnya. Ia mengeluh karena rumahnya yang sangat sempit. Ia bersama keluarganya tidak nyaman tinggal dirumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Pak Kyai itu bertanya, "Baiklah, insya Allah saya bisa mengatasi permasalahan kamu, akan tetapi ada dua syaratnya, yang pertama ikuti segala perintah saya, yang kedua jangan bertanya dan protes terhadap apa yang saya perintahkan. Bagaimana sepakat?" Sejenak Abdul berfikir, "hmm.....baiklah Pak Kyai, saya sepakat!. Apa perintah Pak Kyai?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Pak Kyai kebelakang mengambil seekor bebek peliharaannya, "nih, pelihara bebek ini di rumahmu!" perintahnya. "Pak Kyai bercanda ya? Rumah saya kan sempit, kok malah ditambah memelihara bebek sih?" protes Abdul. "Lupa ya syarat kedua perjanjian kita? Jangan tanya dan protes! Lakukan! Datanglah 3 hari lagi kemari!" tegas Pak Kyai. Dengan berat hati Abdul pun menjalankan perintah Pak Kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hari kemudian Abdul datang ke rumah Pak Kyai, "Bagaimana Abdul?" tanya Pak Kyai. "Sudah jelas, semakin terasa sempit." keluh Abdul. "Baiklah, sekarang perintah kedua, pelihara kambing ini juga dirumahmu" perintah Pak Kyai sambil membawa kambing peliharaannya.. "Tapi Pak Kyai........?", "Jangan tanya dan protes, lakukan saja! Datang kemari lagi setelah 3 hari" Pak Kyai mengingatkan. Abdulpun kembali dengan membawa seekor kambing, dia menyesal karena melakukan kesepakatan dengan Pak Kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hari kemudian, Abdul datang kerumah Pak Kyai. "Bagaimana?", dengan wajah cemberut Abdul berkata, "Pak Kyai menyiksaku ya? Keluargaku jadi tidak betah dirumah!". "Sabar Abdul, Baiklah bawa kemari lagi bebek dan kambingku! Kemudian datang kemari lagi setelah tiga hari."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hari kemudian, "Bagaimana Abdul?" tanya Pak Kyai, "Sekarang jadi tenang dan nyaman Pak Kyai, seolah-olah rumah saya jadi luas karena tidak ada gangguan bebek dan kambing.".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begitulah Abdul, saya menilai rumahmu itu sudah cukup luas, akan tetapi pandangan dan hatimu sungguhlah sempit. Hari ini kamu merasa rumahmu begitu luas, karena engkau merasakan bagaimana kondisi ketika rumahmu lebih sempit. Lihatlah tetangga-tetangga kita yang memiliki rumah yang jauh lebih sempit dari rumahmu. Dan cobalah bayangkan ketika kita dalam kondisi seperti mereka. Maka akan timbul rasa syukur dalam hatimu. Dan sebaliknya ketika engkau melihat tetangga kita yang rumahnya lebih luas daripada rumahmu, maka akan timbul rasa sempit dalam hatimu. Jadi, semua tergantung pada cara pandang kita. Maka, ubahlah segala pandanganmu menjadi pandangan syukur, maka rumah, dan hatimu akan terasa luas, Insya Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku, saya jadi teringat ceramahnya Ustadz Zaenudin,MZ. Beliau bercerita (maaf agak di modifikasi), ada seorang pemuda yang sedang menggayuh sepeda tua berkata dalam hati "Alhamdulillah, walaupun saya tidak memiliki sepeda motor, saya masih memiliki sepeda ini, sedang tetangga saya masih berjalan kaki.",&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilain tempat tetangga yang berjalan kaki dalam hatinya berkata, "Alhamdulillah, saya masih bisa berjalan kaki, sedang tetangga saya tidak memiliki kaki karena kecelakaan, jadi harus memakai kursi roda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilain tempat, tetangga yang menggunakan kursi roda berkata dalam hati, "Alhamdulillah saya masih bisa berjalan walau menggunakan kursi roda, sedang tetangga saya hanya bisa berbaring di tempat tidur karena lumpuh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilain tempat, tetangga yang lumpuh berkata dalam hati, "Alhamdulillah saya masih bisa beribadah dan bertobat, sedang tetangga saya mati dalam keadaan bermaksiat kepada Allah, Na'udzubillahimindzalik...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah sahabatku, ketika kita memandang segalanya dengan pandangan syukur, hidup ini akan terasa lebih nikmat dan indah&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/603644415902310779-4507659205865447648?l=aqiemcahpemalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/feeds/4507659205865447648/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/08/rumah-sempit.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/4507659205865447648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/4507659205865447648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/08/rumah-sempit.html' title='Rumah Sempit'/><author><name>Syarul Fala Alfatih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16362549648214189221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/S6L1YyNYSqI/AAAAAAAAAOs/87AhAIqyM6Y/S220/Gambar+(4).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SnkhNcuI5FI/AAAAAAAAAMk/QswfwHSrTrM/s72-c/gu.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-603644415902310779.post-7909972649390084573</id><published>2009-08-04T22:44:00.000-07:00</published><updated>2009-08-04T23:07:15.787-07:00</updated><title type='text'>Nenek dan Minyak Goreng</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SnkhhXEAlJI/AAAAAAAAAMs/RKjeX3rWSV4/s1600-h/nenek-nenek.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 319px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SnkhhXEAlJI/AAAAAAAAAMs/RKjeX3rWSV4/s400/nenek-nenek.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366357287998887058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Suatu ketika saya bertemu dengan seorang nenek. Dia, yang yang ringkih dengan&lt;br /&gt;kebaya bermotif kembang itu, tampak sedang memegang sebuah kantong plastik.&lt;br /&gt;Hitam warnanya, dan tampak lusuh. Saya duduk disebelahnya, di atas sebuah&lt;br /&gt;metromini yang menuju ke stasiun KA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sangat tua, tubuhnya membungkuk, dan kersik di matanya tampak jelas. Matanya&lt;br /&gt;selalu berair, keriputnya, mirip dengan aliran sungai. Kelok-berkelok. Hmm...dia&lt;br /&gt;tampak tersenyum pada saya. Sayapun balas tersenyum. Dia bertanya, mau kemana.&lt;br /&gt;Saya pun menjawab mau kerja, sambil bertanya, apa isi plastik yang dipegangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minyak goreng, jawabnya. Ah, rupanya, dia baru saja mendapat jatah pembagian&lt;br /&gt;sembako. Pantas, dia tampak letih. Mungkin sudah seharian dia mengantri untuk&lt;br /&gt;mendapatkan minyak itu. Tanpa ditanya, dia kemudian bercerita, bahwa minyak itu,&lt;br /&gt;akan dipakai untuk mengoreng tepung buat cucunya. Di saat sore, itulah yang bisa&lt;br /&gt;dia berikan buat cucunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berkata, cucunya sangat senang kalau digorengkan tepung. Sebab, dia tak&lt;br /&gt;punya banyak uang untuk membelikan yang lain selain gorengan tepung buatannya.&lt;br /&gt;Itupun, tak bisa setiap hari disajikan. Karena, tak setiap hari dia bisa&lt;br /&gt;mendapatkan minyak dan tepung gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Degh. Saya terharu. Saya membayangkan betapa rasa itu begitu indah. Seorang&lt;br /&gt;nenek yang rela berpanas-panas untuk memberikan apa yang terbaik buat cucunya.&lt;br /&gt;Sang nenek, memberikan saya hikmah yang dalam sekali. Saya teringat pada Ibu.&lt;br /&gt;Allah memang maha bijak. Sang nenek hadir untuk menegur saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah beberapa saat waktu sebelumnya, saya sering melupakan Ibu. Seringkali&lt;br /&gt;makanan yang disajikannya, saya lupakan begitu saja. Mungkin, karena saya yang&lt;br /&gt;terlalu sok sibuk dengan semua urusan kerja. Sering saat pulang ke rumah, saya&lt;br /&gt;menemukan nasi goreng yang masih tersaji di meja, yang belum saya sentuh sejak&lt;br /&gt;pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering juga saya tak sempat merasakan masakan Ibu di rumah saat kembali, karena&lt;br /&gt;telah makan di tempat lain. Saya sedih, saat membayangkan itu semua. Dan Ibu pun&lt;br /&gt;sering mengeluh dengan hal ini. Saya merasa bersalah sekali. Saya bisa rasakan,&lt;br /&gt;Ibu pasti memberikan harapan yang banyak untuk semua yang telah dimasaknya buat&lt;br /&gt;saya. Tentu, saat memasukkan bumbu-bumbu, dia juga memasukkan kasih dan cintanya&lt;br /&gt;buat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pasti juga akan menambahkan doa-doa dan keinginan yang terbaik buat saya.&lt;br /&gt;Dia pasti, mengolah semua masakan itu, mengaduk, mencampur, dan menguleni, sama&lt;br /&gt;seperti dia merawat dan mengasihi saya. Menyentuh dengan lembut, mengelus,&lt;br /&gt;seperti dia mengelus kepala saya di waktu kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metromini telah sampai. Setelah mengucap salam pada nenek itu, saya pun turun.&lt;br /&gt;Namun, saya punya punya keinginan hari itu. Mulai esok hari, saya akan menyantap&lt;br /&gt;semua yang Ibu berikan buat saya. Apapun yang diberikannya. Karena saya yakin,&lt;br /&gt;itulah bentuk ungkapan rasa cinta saya padanya. Saya percaya, itulah yang dapat&lt;br /&gt;saya berikan sebagai penghargaan buatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berharap, tak akan ada lagi makanan yang tersisa. Saya ingin membahagiakan&lt;br /&gt;Ibu. Terima kasih Nek&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/603644415902310779-7909972649390084573?l=aqiemcahpemalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/feeds/7909972649390084573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/08/nenek-dan-minyak-goreng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/7909972649390084573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/7909972649390084573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/08/nenek-dan-minyak-goreng.html' title='Nenek dan Minyak Goreng'/><author><name>Syarul Fala Alfatih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16362549648214189221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/S6L1YyNYSqI/AAAAAAAAAOs/87AhAIqyM6Y/S220/Gambar+(4).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SnkhhXEAlJI/AAAAAAAAAMs/RKjeX3rWSV4/s72-c/nenek-nenek.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-603644415902310779.post-7096129932270786701</id><published>2009-08-04T22:02:00.000-07:00</published><updated>2009-08-04T23:37:07.211-07:00</updated><title type='text'>KEBERANIAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/Snkof4Bp65I/AAAAAAAAAM0/e7m0vFqe63k/s1600-h/01.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/Snkof4Bp65I/AAAAAAAAAM0/e7m0vFqe63k/s400/01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366364959069039506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Suatu ketika seorang Indian muda, mendatangi tenda ayahnya. Di dalam sana, duduk&lt;br /&gt;seorang tua, dengan pipa panjang yang mengepulkan asap. Matanya terpejam, tampak&lt;br /&gt;sedang bersemadi. Hening. "Ayah, bolehkah aku ikut berburu besok pagi?" tanya&lt;br /&gt;Indian muda itu memecahkan kesunyian disana. Mata sang Ayah membuka perlahan,&lt;br /&gt;sorot matanya tajam, memandang ke arah anak paling disayanginya itu. Kepala suku&lt;br /&gt;itu hanya diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Ayah, bolehkah aku ikut berburu besok? Lihat, aku sudah mengasah pisauku.&lt;br /&gt;Kini semuanya tajam dan berkilat." Tangan si kecil merogoh sesuatu dari balik&lt;br /&gt;kantung kulitnya. Sang Ayah masih diam mendengarkan. "Aku juga sudah membuat&lt;br /&gt;panah-panah untuk bekalku berburu. Ini, lihatlah Ayah, semuanya pasti tajam.&lt;br /&gt;Busurku pun telah kurentangkan agar lentur. Pasti aku akan menjadi Indian&lt;br /&gt;pemberani yang hebat seperti Ayah. Ijinkan aku ikut Ayah." Terdengar permintaan&lt;br /&gt;merengek dari si kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana masih tetap senyap. Keduanya saling pandang. Terdengar suara berat sang&lt;br /&gt;Ayah, "Apakah kamu sudah berani untuk berburu? "Ya!" segera saya terdengar&lt;br /&gt;jawaban singkat dari si kecil. "Dengan pisau dan panahku, aku akan menjadi yang&lt;br /&gt;paling hebat." Sang Ayah tersenyum, "Baiklah, kamu boleh ikut besok, tapi ingat,&lt;br /&gt;kamu harus berjalan di depan pasukan kita. Mengerti?" Sang Indian muda&lt;br /&gt;mengangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan hari, pasukan Indian telah siap di pinggir hutan. Kepala suku, dan&lt;br /&gt;Indian muda, berdiri paling depan. "Hari ini anakku yang akan memimpin perburuan&lt;br /&gt;kita. Biarkan dia berjalan di depan." Indian muda itu tampak gagah. Ada beberapa&lt;br /&gt;pisau yang terselip di pinggang. Panah dan busur, tampak melintang penuh di&lt;br /&gt;punggungnya. Ini adalah perburuan pertamanya. Si kecil berteriak nyaring, "ayo&lt;br /&gt;kita berangkat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mulai memasuki hutan. Pohon-pohon semakin rapat, dan semak semakin&lt;br /&gt;meninggi. Sinar matahari pun tak leluasa menyinari lebatnya hutan. Mulai&lt;br /&gt;terdengar suara-suara dari binatang yang ada disana. Indian kecil yang tadi&lt;br /&gt;melangkah dengan gagah, mulai berjalan hati-hati. Parasnya cemas dan takut.&lt;br /&gt;Wajahnya sesekali menengok ke belakang, ke arah sang Ayah. Linglung, dan ngeri.&lt;br /&gt;Tiba-tiba terdengar beberapa suara harimau mengaum. "Ayah...!!" teriak si kecil.&lt;br /&gt;Tangannya menutup wajah, dan ia berusaha lari ke belakang. Sang Ayah tersenyum&lt;br /&gt;melihat kelakuan anaknya, begitupun Indian lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa? Kamu takut? Apakah pisau dan panahmu telah tumpul? Mana keberanian yang&lt;br /&gt;kamu perlihatkan kemarin?" Indian muda itu terdiam. "Bukankah kamu bilang, pisau&lt;br /&gt;dan panahmu dapat membuatmu berani? Kenapa kamu takut sekarang? Lihat Nak,&lt;br /&gt;keberanian itu bukan berasal dari apa yang kau miliki. Tapi, keberanian itu&lt;br /&gt;datang dari sini, dari jiwamu, dari dalam dadamu." Tangan Kepala Suku menunjuk&lt;br /&gt;ke arah dada si kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau kamu masih mau jadi Indian pemberani, teruskan langkahmu. Tapi jika, di&lt;br /&gt;dalam dirimu masih ada jiwa penakut, ikuti langkah kakiku." Indian muda itu&lt;br /&gt;masih terdiam. "Setajam apapun pisau dan panah yang kau punya, tak akan&lt;br /&gt;membuatmu berani kalau jiwamu masih penakut. Sekuat apapun busur telah kau&lt;br /&gt;rentangkan, tak akan membuatmu gagah jika jiwa pengecut lebih banyak berada di&lt;br /&gt;dalam dirimu." "...Aauummmm." Tiba-tiba terdengar suara harimau yang mengaum&lt;br /&gt;kembali. Indian muda kembali pucat. Ia memilih untuk berjalan di belakang sang&lt;br /&gt;Ayah.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberanian. Apakah itu keberanian? Keberanian bukanlah rasa yang dimiliki oleh&lt;br /&gt;orang yang menganggap dirinya memiliki segalanya. Keberanian juga bukan&lt;br /&gt;merupakan rasa yang berasal dari sifat-sifat sombong dan takabur. Keberanian&lt;br /&gt;adalah jiwa yang berasal dari dalam hati, dan bukan dari materi yang kita&lt;br /&gt;miliki. Keberanian adalah sesuatu yang tersembunyi yang membuat orang tak pernah&lt;br /&gt;gentar walau apapun yang dia hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya, keberanian bukan berasal dari apa yang kita sandang atau kita&lt;br /&gt;miliki. Keberanian bukan datang dari apa yang kita pamerkan atau yang kita&lt;br /&gt;punyai. Tapi, teman, keberanian adalah datang dari dalam diri, dari dalam dada&lt;br /&gt;kita sendiri. Keberanian adalah sesuatu yang melingkupi perasaan kita, dan&lt;br /&gt;menjadi bekal dalam setiap langkah yang kita ayunkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, mungkin saat ini kita diberikan banyak kemudahan, dan membuat kita merasa&lt;br /&gt;cukup berani dalam menjalani hidup. Kita mungkin dititipkan kelebihan-kelebihan&lt;br /&gt;dan membuat kita takabur bahwa semua masalah akan mampu di hadapi. Mungkin saat&lt;br /&gt;ini kita kaya, rupawan, berpendidikan tinggi, dan berkedudukan bagus, tapi&lt;br /&gt;apakah itu bisa menjadi jaminan bahwa kita akan selamanya dapat menjalani hidup&lt;br /&gt;ini? Apakah itu akan selamanya cukup untuk menjadi bekal kita dalam "perburuan"&lt;br /&gt;hidup ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah Indian muda yang tetap melangkah, dengan jiwa pemberani yang hadir dari&lt;br /&gt;dalam hati, dan BUKAN dari pisau dan panah yang telah diasah. Jadilah Indian&lt;br /&gt;muda yang tak pernah gentar mendengar suara harimau, sekeras apapun suara itu&lt;br /&gt;terdengar. Jadilah Indian muda yang tetap yakin dengan pilihan keberanian yang&lt;br /&gt;ia putuskan. Jangan gentar, jangan surut untuk melangkah.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/603644415902310779-7096129932270786701?l=aqiemcahpemalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/feeds/7096129932270786701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/08/keberanian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/7096129932270786701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/7096129932270786701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/08/keberanian.html' title='KEBERANIAN'/><author><name>Syarul Fala Alfatih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16362549648214189221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/S6L1YyNYSqI/AAAAAAAAAOs/87AhAIqyM6Y/S220/Gambar+(4).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/Snkof4Bp65I/AAAAAAAAAM0/e7m0vFqe63k/s72-c/01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-603644415902310779.post-2440389538556307301</id><published>2009-08-01T21:25:00.000-07:00</published><updated>2009-08-04T23:40:16.543-07:00</updated><title type='text'>Kumpulan Video Dan Foto Bugil serta Mesum Saya Banyak Penggemarnya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SnkpMTQTDkI/AAAAAAAAAM8/NuO2gjlamw4/s1600-h/J.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 93px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SnkpMTQTDkI/AAAAAAAAAM8/NuO2gjlamw4/s400/J.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366365722292457026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Posted on Juni 22, 2009 by admin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, tidak disangka. Lonjakan drastis video dan foto bugil yang saya tapilkan dalam postingan mendapat respon lonjakan pengunjung yang banyak. Tidak kurang lebih dari 900 orang telah melihat postingan foto dan video bugil serta mesum yang saya tampilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masya Allah, sungguh kebobrokan kita benar-benar menjadi hal yang sepeleh (mungkin). Menembak keyword video atau foto bugil, telanjang, bokep, porno, mesum merupakan keyword yang mudah ditebak. Mungkin saja pengunjung blog ini bingung, kok ada postingan tentang dunia bugil atau video mesum di blog ini. Atau mungkin ada yang salah alamat karena nyangkut karena niatnya pengen download video mesum juga bokep, atau lihat foto telanjang, malah nyasar diblog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, diblog ini tidak akan menayangkan video ataupun film bokep, bugil atau foto telanjang. Pokoknya semoga orang-orang yang senang melihat gambar atau video porno semoga sadar saja. Ingat, kiamat sudah dekat. Eh iya, hampir lupa. Ingat masih banyak hal yang baik di internet ini. Silahkan baca-baca artikel keislaman yang bisa menambah keimanan diblog ini. Daripada buang-buang waktu dan uang hanya untuk nafsu syahwat semata, mending kita belajar mengoptimalkan internet menjadi hal yang berguna dan bermanfaat bagi kita tanpa harus nambah-nambahin dosa. Bener nggak pren?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue nggak ingin menjustifikasi kalian, sebagai orang-orang yang berdosa. Pokoknya pintu taubat akan selalu terbuka, kecuali kematian itu belum datang. Coba difikirkan lagi, seandainya loe buka situs porno, lalu download video bokep atau bugil, lihat foto telanjang tiba-tiba iler loe netesin keyboard lalu konsleting, and loe kestrum lalu mati. Waks, nggak pengen kayak gitu kan pren? :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah pokoknya mari kita bersama-sama kembali kejalan yang benar aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ups, bukan berarti yang punya blog ini sudah menjadi orang yang benar loh yah. Gue juga lagi pengen mendaki kebenaran dan berusaha berbuat baik, makanya nyok sama-sama jalan sama gue, biar gue ada teman untuk mendaki kearah kebenaran dan berusaha berbuat baik dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap semangat, mari berbuat baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/603644415902310779-2440389538556307301?l=aqiemcahpemalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/feeds/2440389538556307301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/08/kumpulan-video-dan-foto-bugil-serta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/2440389538556307301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/2440389538556307301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/08/kumpulan-video-dan-foto-bugil-serta.html' title='Kumpulan Video Dan Foto Bugil serta Mesum Saya Banyak Penggemarnya'/><author><name>Syarul Fala Alfatih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16362549648214189221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/S6L1YyNYSqI/AAAAAAAAAOs/87AhAIqyM6Y/S220/Gambar+(4).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SnkpMTQTDkI/AAAAAAAAAM8/NuO2gjlamw4/s72-c/J.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-603644415902310779.post-6574869252955330320</id><published>2009-07-31T01:58:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T01:59:43.974-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SnKyboI-qMI/AAAAAAAAALs/PS0UU08D6EQ/s1600-h/1103.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 179px; height: 120px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SnKyboI-qMI/AAAAAAAAALs/PS0UU08D6EQ/s400/1103.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364546293852973250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SnKybX_R19I/AAAAAAAAALk/_u4yJniU4FE/s1600-h/1103R.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 186px; height: 120px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SnKybX_R19I/AAAAAAAAALk/_u4yJniU4FE/s400/1103R.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364546289517320146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SnKybMywT0I/AAAAAAAAALc/9drdPmjgAMw/s1600-h/1106.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 90px; height: 120px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SnKybMywT0I/AAAAAAAAALc/9drdPmjgAMw/s400/1106.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364546286512000834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SnKya2X0VtI/AAAAAAAAALU/YaGb9nAWQVo/s1600-h/1100R-1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 113px; height: 120px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SnKya2X0VtI/AAAAAAAAALU/YaGb9nAWQVo/s400/1100R-1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364546280493438674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SnKyaoDy7BI/AAAAAAAAALM/g4xKrvK1JQs/s1600-h/1103.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 179px; height: 120px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SnKyaoDy7BI/AAAAAAAAALM/g4xKrvK1JQs/s400/1103.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364546276651363346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/603644415902310779-6574869252955330320?l=aqiemcahpemalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/feeds/6574869252955330320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/07/blog-post_31.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/6574869252955330320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/6574869252955330320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/07/blog-post_31.html' title=''/><author><name>Syarul Fala Alfatih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16362549648214189221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/S6L1YyNYSqI/AAAAAAAAAOs/87AhAIqyM6Y/S220/Gambar+(4).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SnKyboI-qMI/AAAAAAAAALs/PS0UU08D6EQ/s72-c/1103.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-603644415902310779.post-6277106391810854794</id><published>2009-07-31T01:10:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T01:49:52.019-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='liburan'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/603644415902310779-6277106391810854794?l=aqiemcahpemalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/feeds/6277106391810854794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/07/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/6277106391810854794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/6277106391810854794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/07/blog-post.html' title=''/><author><name>Syarul Fala Alfatih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16362549648214189221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/S6L1YyNYSqI/AAAAAAAAAOs/87AhAIqyM6Y/S220/Gambar+(4).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-603644415902310779.post-942786798791853992</id><published>2009-07-17T02:03:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T02:07:48.985-07:00</updated><title type='text'>Keluasan Neraka Yang Amat DAHSYAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SmA_UdJQP-I/AAAAAAAAAJI/xiRUZwYYgf4/s1600-h/neraka.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 131px; height: 103px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SmA_UdJQP-I/AAAAAAAAAJI/xiRUZwYYgf4/s400/neraka.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359353177224265698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Untuk dikongsi, betapa kasihnya Rasulullah kepada umatnya....&lt;br /&gt;Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibrail datang&lt;br /&gt;kepada Nabi saw pada waktu yg ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah&lt;br /&gt;mukanya, maka ditanya oleh nabi s. a. w. "Mengapa aku melihat kau berubah&lt;br /&gt;muka?"&lt;br /&gt;Jawabnya: "Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang&lt;br /&gt;yg mengetahui bahawa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu&lt;br /&gt;benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia&lt;br /&gt;merasa aman daripadanya."&lt;br /&gt;Lalu nabi s. a. w. bersabda: "Ya Jibrail, jelaskan padaku sifat&lt;br /&gt;Jahannam."&lt;br /&gt;Jawabnya: "Ya.&lt;br /&gt;Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan&lt;br /&gt;selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun&lt;br /&gt;sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam&lt;br /&gt;gelap,tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yg mengutus engkau&lt;br /&gt;dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum nescaya akan&lt;br /&gt;dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya. Demi Allah&lt;br /&gt;yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu&lt;br /&gt;digantung di antara langit dan bumi nescaya akan mati penduduk bumi&lt;br /&gt;kerana panas dan basinya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak,&lt;br /&gt;andaikan satu pergelangan dari rantai yg disebut dalam Al-Qur'an&lt;br /&gt;itu diletakkan di atas bukit, nescaya akan cair sampai ke bawah&lt;br /&gt;bumi yg ke tujuh. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak,&lt;br /&gt;andaikan seorang di hujung barat tersiksa, nescaya akan terbakar&lt;br /&gt;orang-orang yang di hujung timur kerana&lt;br /&gt;sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan&lt;br /&gt;perhiasannya besi,&lt;br /&gt;dan minumannya air panas campur nanah, dan pakaiannya potongan-potongan&lt;br /&gt;api. Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bahagiannya yang&lt;br /&gt;tertentu dari orang laki-laki dan perempuan."&lt;br /&gt;Nabi s. a. w. bertanya: "Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu&lt;br /&gt;rumah kami?" Jawabnya: "Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya&lt;br /&gt;di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000&lt;br /&gt;tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda." (nota&lt;br /&gt;kefahaman: iaitu yg lebih bawah lebih panas)&lt;br /&gt;Tanya Rasulullah s. a. w.: "Siapakah penduduk masing-masing pintu?"&lt;br /&gt;Jawab Jibrail: "Pintu yg terbawah untuk orang-orang munafik, dan&lt;br /&gt;orang-orang yg kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat nabi Isa&lt;br /&gt;a. s. serta keluarga Fir'aun sedang namanya Al-Hawiyah. Pintu kedua&lt;br /&gt;tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim, pintu ketiga tempat&lt;br /&gt;orang shobi'in bernama Saqar.&lt;br /&gt;Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya&lt;br /&gt;dari kaum majusi&lt;br /&gt;bernama Ladha, pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah.&lt;br /&gt;Pintu ke enam tempat orang nasara bernama Sa'eir." Kemudian Jibrail&lt;br /&gt;diam segan pada Rasulullah s. a. w. sehingga ditanya: "Mengapa tidak kau&lt;br /&gt;terangkan penduduk pintu ke tujuh?" Jawabnya: "Di dalamnya&lt;br /&gt;orang-orang yg berdosa besar dari ummatmu yg sampai mati belum&lt;br /&gt;sempat bertaubat."&lt;br /&gt;Maka nabi s. a. w. jatuh pengsan ketika mendengar keterangan itu,&lt;br /&gt;sehingga Jibrail meletakkan kepala nabi s. a. w. di pangkuannya&lt;br /&gt;sehingga sedar kembali dan sesudah sedar nabi saw bersabda: "Ya&lt;br /&gt;Jibrail, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada&lt;br /&gt;seorang dari ummat ku yang akan masuk ke dalam neraka?" Jawabnya:&lt;br /&gt;"Ya, iaitu orang yg berdosa besar dari ummatmu." Kemudian nabi s.&lt;br /&gt;a. w. menangis, Jibrail juga menangis, kemudian nabi s. a. w. masuk&lt;br /&gt;ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang&lt;br /&gt;kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan&lt;br /&gt;bila&lt;br /&gt;sembahyang selalu menangis dan minta kepada Allah.(dipetik dari&lt;br /&gt;kitab "Peringatan Bagi Yg Lalai")&lt;br /&gt;Dari Hadith Qudsi: Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat&lt;br /&gt;sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari&lt;br /&gt;Ku. Tahukah kamu bahawa neraka jahanamKu itu:&lt;br /&gt;1. Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat&lt;br /&gt;2. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah&lt;br /&gt;3. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung&lt;br /&gt;4. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah&lt;br /&gt;5. Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik&lt;br /&gt;6. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak&lt;br /&gt;7. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum&lt;br /&gt;8. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor ular&lt;br /&gt;9. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandungi&lt;br /&gt;lautan racun yang hitam pekat.&lt;br /&gt;10. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 rantai&lt;br /&gt;11. Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat&lt;br /&gt;Mudah-mudahan dapat menimbulkan keinsafan kepada kita&lt;br /&gt;semua.&lt;br /&gt;Wallahua'lam.&lt;br /&gt;Al-Quran Surah Al- Baqarah Ayat 159&lt;br /&gt;" Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami&lt;br /&gt;turunkan dari keterangan-keterangan dan petunjuk hidayat, sesudah&lt;br /&gt;Kami menerangkannya kepada manusia di dalam Kitab Suci, mereka itu&lt;br /&gt;dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh sekalian makhluk."&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin 'Amr R. A, Rasulullah S. A. W bersabda:"&lt;br /&gt;Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/603644415902310779-942786798791853992?l=aqiemcahpemalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/feeds/942786798791853992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/07/keluasan-neraka-yang-amat-dahsyat.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/942786798791853992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/942786798791853992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/07/keluasan-neraka-yang-amat-dahsyat.html' title='Keluasan Neraka Yang Amat DAHSYAT'/><author><name>Syarul Fala Alfatih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16362549648214189221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/S6L1YyNYSqI/AAAAAAAAAOs/87AhAIqyM6Y/S220/Gambar+(4).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SmA_UdJQP-I/AAAAAAAAAJI/xiRUZwYYgf4/s72-c/neraka.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-603644415902310779.post-7473851608744766848</id><published>2009-07-16T20:37:00.000-07:00</published><updated>2009-07-16T20:39:05.352-07:00</updated><title type='text'>Kiat-Kiat Menuju Pelaminan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;At Tauhid edisi V/20&lt;br /&gt;Oleh: Yulian Purnama&lt;br /&gt;Sungguh indah ikatan suci antara dua orang insan yang pasrah untuk saling berjanji setia menemani mengayuh biduk mengarungi lautan kehidupan. Dari ikatan suci ini dibangun keluarga bahagia, yang dipimpin oleh seorang suami yang shalih dan dimotori oleh seorang istri yang shalihah. Mereka mengerti hak-hak dan kewajiban mereka terhadap pasangannya, dan mereka pun memahami hak dan kewajiban mereka kepada Allah Ta’ala. Kemudian lahir dari mereka berdua anak-anak yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah Azza Wa Jalla. Cinta dan kasih sayang pun tumbuh subur di dalamnya. Rahmat dan berkah Allah pun terlimpah kepada mereka. Inilah keluarga sakinah mawaddah wa rahmah, samara kata orang. Inilah model keluarga yang diidamkan oleh setiap muslim tentunya.&lt;br /&gt;Tidak diragukan lagi, bahwa untuk menggapai taraf keluarga yang demikian setiap orang harus melewati sebuah pintu, yaitu pernikahan. Dan usaha untuk meraih keluarga yang samara ini hendaknya sudah dimulai saat merencanakan pernikahan. Pada tulisan singkat ini akan sedikit dibahas beberapa kiat menuju pernikahan Islam yang diharapkan menjadi awal dari sebuah keluarga yang samara.&lt;br /&gt;Berbenah Diri Untuk Mendapatkan Yang Terbaik&lt;br /&gt;Penulis ingin membicarakan 2 jenis manusia ketika ditanya: “Anda ingin menikah dengan orang shalih/shalihah atau tidak?”. Manusia jenis pertama menjawab “Ya, tentu saja saya ingin”, dan inilah muslim yang masih bersih fitrahnya. Ia tentu mendambakan seorang suami atau istri yang taat kepada Allah, ia mendirikan shalat ia menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Ia menginginkan sosok yang shalih atau shalihah. Maka, jika orang termasuk manusia pertama ini agar ia mendapatkan pasangan yang shalih atau shalihah, maka ia harus berusaha menjadi orang yang shalih atau shalihah pula. Allah Azza Wa Jalla berfirman yang artinya: “Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji pula. Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula” [QS. An Nur: 26]. Yaitu dengan berbenah diri, berusaha untuk bertaubat dan meninggalkan segala kemaksiatan yang dilakukannya kemudian menambah ketaatan kepada Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;Sedangkan manusia jenis kedua menjawab: “Ah saya sih ndak mau yang alim-alim” atau semacam itu. Inilah seorang muslim yang telah keluar dari fitrahnya yang bersih, karena sudah terlalu dalam berkubang dalam kemaksiatan sehingga ia melupakan Allah Ta’ala, melupakan kepastian akan datangnya hari akhir, melupakan kerasnya siksa neraka. Yang ada di benaknya hanya kebahagiaan dunia semata dan enggan menggapai kebahagiaan akhirat. Kita khawatir orang-orang semacam inilah yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam sebagai orang yang enggan masuk surga. Lho, masuk surga koq tidak mau? Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Setiap ummatku akan masuk surga kecuali yang enggan”. Para sahabat bertanya: ‘Siapakah yang enggan itu wahai Rasulullah?’. Beliau bersabda: “Yang taat kepadaku akan masuk surga dan yang ingkar terhadapku maka ia enggan masuk surga” [HR. Bukhari]&lt;br /&gt;Seorang istri atau suami adalah teman sejati dalam hidup dalam waktu yang sangat lama bahkan mungkin seumur hidupnya. Musibah apa yang lebih besar daripada seorang insan yang seumur hidup ditemani oleh orang yang gemar mendurhakai Allah dan Rasul-Nya? Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Keadaan agama seorang insan tergantung pada keadaan agama teman dekatnya. Maka sudah sepatutnya kalian memperhatikan dengan siapa kalian berteman dekat” [HR. Ahmad, Abu Dawud. Dihasankan oleh Al Albani]&lt;br /&gt;Bekali Diri Dengan Ilmu&lt;br /&gt;Ilmu adalah bekal penting bagi seseorang yang ingin sukses dalam pernikahannya dan ingin membangun keluarga Islami yang samara. Ilmu yang dimaksud di sini adalah ilmu agama tentunya. Secara umum, seseorang perlu membekali diri dengan ilmu-ilmu agama, minimal ilmu-ilmu agama yang wajib bagi setiap muslim. Seperti ilmu tentang aqidah yang benar, tentang tauhid, ilmu tentang syirik, tentang wudhu, tentang shalat, tentang puasa, dan ilmu yang lain, yang jika ilmu-ilmu wajib ini belum dikuasai maka seseorang dikatakan belum benar keislamannya. Lebih baik lagi jika membekali diri dengan ilmu agama lainnya seperti ilmu hadits, tafsir al Qur’an, Fiqih, Ushul Fiqh karena tidak diragukan lagi bahwa ilmu adalah jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Renungkanlah firman Allah Ta’ala, yang artinya: “Allah meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat” [QS. Al Mujadalah: 11]&lt;br /&gt;Secara khusus, ilmu yang penting untuk menjadi bekal adalah ilmu tentang pernikahan. Tata cara pernikahan yang syar’I, syarat-syarat pernikahan, macam-macam mahram, sunnah-sunnah dalam pernikahan, hal-hal yang perlu dihindari, dan yang lainnya.&lt;br /&gt;Siapkan Harta Dan Rencana&lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri bahwa pernikahan membutuhkan kemampuan harta. Minimal untuk dapat memenuhi beberapa kewajiban yang menyertainya, seperti mahar, mengadakan walimah dan kewajiban memberi nafkah kepada istri serta anak-anak. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Cukuplah seseorang itu berdosa bila ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.” [HR. Ahmad, Abu Dawud].&lt;br /&gt;Namun kebutuhan akan harta ini jangan sampai dijadikan pokok utama sampai-sampai membuat seseorang tertunda atau terhalang untuk menikah karena belum banyak harta. Harta yang dapat menegakkan tulang punggungnya dan keluarganya itu sudah mencukupi. Karena Allah dan Rasul-Nya mengajarkan akhlak zuhud (sederhana) dan qana’ah (mensyukuri apa yang dikarunai Allah) serta mencela penghamba dan pengumpul harta. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba khamishah dan celakalah hamba khamilah. Jika diberi ia senang, tetapi jika tidak diberi ia marah” [HR. Bukhari].&lt;br /&gt;Disamping itu, terdapat larangan bermewah-mewah dalam mahar dan terdapat teladan menyederhanakan walimah. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Pernikahan yang paling besar keberkahannya ialah yang paling mudah maharnya” [HR. Ahmad]. Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam juga, berdasarkan hadits Anas Bin Malik Radhiyallahu’anhu, ketika menikahi Zainab Bintu Jahsy mengadakan walimah hanya dengan menyembelih seekor kambing [HR. Bukhari-Muslim].&lt;br /&gt;Selain itu rumah tangga bak sebuah organisasi, perlu manajemen yang baik agar dapat berjalan lancar. Maka hendaknya bagi seseorang yang hendak menikah untuk membuat perencanaan matang bagi rumah tangganya kelak. Misalnya berkaitan dengan tempat tinggal, pekerjaan, dll.&lt;br /&gt;Pilihlah Dengan Baik&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “Tiga hal yang seriusnya dianggap benar-benar serius dan bercandanya dianggap serius : nikah, cerai dan ruju’ ” (Diriwayatkan oleh Al Arba’ah kecuali Nasa’i). Salah satunya dikarenakan menikah berarti mengikat seseorang untuk menjadi teman hidup tidak hanya untuk satu-dua hari saja bahkan seumur hidup insya Allah. Jika demikian, merupakan salah satu kemuliaan syariat Islam bahwa orang yang hendak menikah diperintahkan untuk berhati-hati, teliti dan penuh pertimbangan dalam memilih pasangan hidup.&lt;br /&gt;Kriteria yang paling utama adalah agama yang baik. Setiap muslim atau muslimah yang ingin beruntung dunia akhirat hendaknya mengidam-idamkan sosok suami atau istri yang baik agamanya, ia memahami aqidah Islam yang benar, ia menegakkan shalat, senantiasa mematuhi perintah Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menganjurkan memilih istri yang baik agamanya “Wanita dikawini karena empat hal : ……. hendaklah kamu pilih karena agamanya (ke-Islamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan celaka”. [HR. Bukhari- Muslim]. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga mengancam orang yang menolak lamaran dari seorang lelaki shalih “Jika datang kepada kalian lelaki yang baik agamanya (untuk melamar), maka nikahkanlah ia. Jika kalian tidak melakukannya, niscaya akan terjadi fitnah dan kerusakan besar di muka bumi” [HR. Tirmidzi, Ibnu Majah].&lt;br /&gt;Selain itu ada beberapa kriteria lainnya yang juga dapat menjadi pertimbangan untuk memilih calon istri atau suami:&lt;br /&gt;1. Sebaiknya ia berasal dari keluarga yang baik nasabnya (bukan keluarga pezina atau ahli maksiat)&lt;br /&gt;2. Sebaiknya ia sekufu. Sekufu maksudnya tidak jauh berbeda kondisi agama, nasab dan kemerdekaan dan kekayaannya&lt;br /&gt;3. Gadis lebih diutamakan dari pada janda&lt;br /&gt;4. Subur (mampu menghasilkan keturunan)&lt;br /&gt;5. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik wanita adalah yang menyenangkan jika engkau pandang…” [HR. Thabrani]&lt;br /&gt;6. Hendaknya calon istri memahami wajibnya taat kepada suami dalam perkara yang ma’ruf&lt;br /&gt;7. Hendaknya calon istri adalah wanita yang mengaja auratnya dan menjaga dirinya dari lelaki non-mahram.&lt;br /&gt;Shalat Istikharah Agar Lebih Mantap&lt;br /&gt;Pentingnya urusan memilih calon pasangan, membuat seseorang layak untuk bersungguh-sungguh dalam hal ini. Selain melakukan usaha, jangan lupa bahwa hasil akhir dari segala usaha ada di tangan Allah Azza Wa Jalla. Maka sepatutnya jangan meninggalkan doa kepada Allah Ta’ala agar dipilihkan calon pasangan yang baik. Dan salah satu doa yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan shalat Istikharah. Sebagaimana hadits dari Jabir Radhiyallahu’anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengajarkan kepada kami istikharah dalam segala perkara sebagaimana beliau mengajarkan Al Qur’an” [HR. Bukhari].&lt;br /&gt;Datangi Si Dia Untuk Nazhor Dan Khitbah&lt;br /&gt;Setelah pilihan telah dijatuhkan, maka langkah selanjutnya adalah Nazhor. Nazhor adalah memandang keadaan fisik wanita yang hendak dilamar, agar keadaan fisik tersebut dapat menjadi pertimbangan untuk melanjutkan melamar wanita tersebut atau tidak. Terdapat banyak dalil bahwa Islam telah menetapkan adanya Nazhor bagi lelaki yang hendak menikahi seorang wanita. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian meminang wanita, maka jika dia bisa melihat apa yang mendorongnya untuk menikahinya maka lakukanlah” [HR. Abu Dawud].&lt;br /&gt;Namun dalam nazhor disyaratkan beberapa hal yaitu, dilarang dilakukan dengan berduaan namun ditemani oleh mahrom dari sang wanita, kemudian dilarang melihat anggota tubuh yang diharamkan, namun hanya memandang sebatas yang dibolehkan seperti wajah, telapak tangan, atau tinggi badan.&lt;br /&gt;Dalil-dalil tentang adanya nazhor dalam Islam juga mengisyaratkan tentang terlarangnya pacaran dalam. Karena jika calon pengantin sudah melakukan pacaran, tentu tidak ada manfaatnya melakukan Nazhor.&lt;br /&gt;Setelah bulat keputusan maka hendaknya lelaki yang hendak menikah datang kepada wali dari sang wanita untuk melakukan khitbah atau melamar. Islam tidak mendefinisikan ritual atau acara khusus untuk melamar. Namun inti dari melamar adalah meminta persetujuan wali dari sang wanita untuk menikahkan kedua calon pasangan. Karena persetujuan wali dari calon wanita adalah kewajiban dan pernikahan tidak sah tanpanya. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Tidak sah suatu pernikahan kecuali dengan keberadaan wali” [HR. Tirmidzi]&lt;br /&gt;Siapkan Mahar&lt;br /&gt;Hal lain yang perlu dipersiapkan adalah mahar, atau disebut juga mas kawin. Mahar adalah pemberian seorang suami kepada istri yang disebabkan pernikahan. Memberikan mahar dalam pernikahan adalah suatu kewajiban sebagaimana firman Allah Ta’ala yang artinya: “Maka berikanlah kepada mereka maharnya sebagai suatu kewajiban” [QS. An Nisa: 24]. Dan pada hakekatnya mahar adalah ‘hadiah’ untuk sang istri dan mahar merupakan hak istri yang tidak boleh diambil. Dan terdapat anjuran dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam untuk tidak terlalu berlebihan dalam mahar, agar pernikahannya berkah. Sebagaimana telah dibahas di atas.&lt;br /&gt;Setelah itu semua dijalani akhirnya sampailah di hari bahagia yang ditunggu-tunggu yaitu hari pernikahan. Dan tali cinta antara dua insan pun diikat.&lt;br /&gt;Belum Sanggup Menikah?&lt;br /&gt;Demikianlah uraian singkat mengenai kiat-kiat bagi seseorang yang hendak menapaki tangga pernikahan. Nah, lalu bagaimana kiat bagi yang sudah ingin menikah namun belum dimampukan oleh Allah Ta’ala? Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya: “Orang-orang yang belum mampu menikah hendaknya menjaga kesucian diri mereka sampai Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya” [QS. An Nur: 33]. As Sa’di menjelaskan ayat ini: “Yaitu menjaga diri dari yang haram dan menempuh segala sebab yang dapat menjauhkan diri keharaman, yaitu hal-hal yang dapat memalingkan gejolak hati terhadap hal yang haram berupa angan-angan yang dapat dikhawatirkan dapat menjerumuskan dalam keharaman” [Tafsir As Sa’di]. Intinya, Allah Ta’ala memerintahkan orang yang belum mampu untuk menikah untuk bersabar sampai ia mampu kelak. Dan karena dorongan untuk menikah sudah bergejolak mereka diperintahkan untuk menjaga diri agar gejolak tersebut tidak membawa mereka untuk melakukan hal-hal yang diharamkan.&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga menyarakan kepada orang yang belum mampu untuk menikah untuk banyak berpuasa, karena puasa dapat menjadi tameng dari godaan untuk bermaksiat [HR. Bukhari-Muslim]. Selama masih belum mampu untuk menikah hendaknya ia menyibukkan diri pada hal yang bermanfaat. Karena jika ia lengah sejenak saja dari hal yang bermanfaat, lubang kemaksiatan siap menjerumuskannya. Ibnul Qayyim Al Jauziyah memiliki ucapan emas: “Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan disibukkan dengan hal-hal yang batil” (Al Jawabul Kaafi Liman Sa’ala ‘An Ad Dawa Asy Syafi, hal. 109). Kemudian senantiasa berdoa agar Allah memberikan kemampuan untuk segera menikah. Wallahul Musta’an. [Yulian Purnama]&lt;br /&gt; Tag: istri, Keluarga, nikah, pernikahan, suami, tips &lt;br /&gt;Buletin terkait:&lt;br /&gt;1. Cinta Bukanlah Disalurkan Lewat Pacaran&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tertarik dengan artikel buletin ini? Tidak ingin ketinggalan artikel Buletin At-Tauhid di setiap pekannya? Silahkan klik di sini untuk berlangganan. Atau berlangganan via email dengan cara memasukkan email Anda pada form isian di bawah ini. Anda akan mendapatkan kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di buletin.muslim.or.id. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/603644415902310779-7473851608744766848?l=aqiemcahpemalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/feeds/7473851608744766848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/07/kiat-kiat-menuju-pelaminan_16.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/7473851608744766848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/7473851608744766848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/07/kiat-kiat-menuju-pelaminan_16.html' title='Kiat-Kiat Menuju Pelaminan'/><author><name>Syarul Fala Alfatih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16362549648214189221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/S6L1YyNYSqI/AAAAAAAAAOs/87AhAIqyM6Y/S220/Gambar+(4).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-603644415902310779.post-5369037998012094858</id><published>2009-07-16T20:30:00.000-07:00</published><updated>2009-07-16T20:31:53.005-07:00</updated><title type='text'>Profil Pribadi Muslim</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;www.kaderisasi.pks.or.id - Al-Qur’an dan sunnah merupakan dua pusaka Rasulullah SAW yang harus selalu dirujuk oleh setiap muslim dalam segala aspek kehidupan. Satu dari sekian aspek kehidupan yang amat penting adalah pembentukan dan pengembangan pribadi muslim. Pribadi muslim yang dikehendaki Al-Qur’an dan sunnah adalah pribadi yang saleh. Pribadi yang sikap, ucapan dan tindakannya terwarnai oleh nilai-nilai yang datang dari Allah SWT. &lt;br /&gt;Persepsi (gambaran) masyarakat tentang pribadi muslim memang berbeda-beda. Bahkan banyak yang pemahamannya sempit sehingga seolah-olah pribadi muslim itu tercermin pada orang yang hanya rajin menjalankan Islam dari aspek ubudiyah. Padahal itu hanyalah satu aspek saja dan masih banyak aspek lain yang harus melekat pada pribadi seorang muslim. Oleh karena itu standar pribadi muslim yang berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah merupakan sesuatu yang harus dirumuskan, sehingga dapat menjadi acuan bagi pembentukan pribadi muslim.Bila disederhanakan, setidaknya ada sepuluh karakter atau ciri khas yang mesti melekat pada pribadi muslim.&lt;br /&gt;1. Salimul Aqidah (Aqidah yang bersih)&lt;br /&gt;Salimul aqidah merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah SWT. Dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, semua bagi Allah tuhan semesta alam” (QS. 6:162). Karena aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam awal da’wahnya kepada para sahabat di Mekkah, Rasulullah SAW mengutamakan pembinaan aqidah, iman dan tauhid.&lt;br /&gt;2. Shahihul Ibadah (ibadah yang benar)&lt;br /&gt;Shahihul ibadah merupakan salah satu perintah Rasulullah SAW yang penting. Dalam satu haditsnya, beliau bersabda: “Shalatlah kamu sebagaimana melihat aku shalat”. Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul SAW yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.&lt;br /&gt;3. Matinul Khuluq (akhlak yang kokoh)&lt;br /&gt;Matinul khuluq merupakan sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat. Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah SAW diutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah SWT di dalam Al Qur’an. Allah berfirman yang artinya: “Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung” (QS. 68:4).&lt;br /&gt;4. Qowiyyul Jismi (kekuatan jasmani)&lt;br /&gt;Qowiyyul jismi merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat dan kuat. Apalagi berjihad di jalan Allah dan bentuk-bentuk perjuangan lainnya.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi. Namun jangan sampai seorang muslim sakit-sakitan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk hal yang penting, maka Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Mukmin yang kuat lebih aku cintai daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim)&lt;br /&gt;5. Mutsaqqoful Fikri (intelek dalam berfikir)&lt;br /&gt;Mutsaqqoful fikri merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang juga penting. Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fatonah (cerdas). Al Qur’an juga banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia untuk berfikir, misalnya firman Allah yang artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: ” pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir” (QS 2:219)&lt;br /&gt;Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktifitas berfikir. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas.&lt;br /&gt;Bisa dibayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatkan pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Oleh karena itu Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang, sebagaimana firman Allah yang artinya: Katakanlah: “samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?”‘, sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”. (QS 39:9)&lt;br /&gt;6. Mujahadatul Linafsihi (berjuang melawan hawa nafsu)&lt;br /&gt;Mujahadatul linafsihi merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan. Kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu. Hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam)” (HR. Hakim)&lt;br /&gt;7. Harishun Ala Waqtihi (pandai menjaga waktu)&lt;br /&gt;Harishun ala waqtihi merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. Allah SWT banyak bersumpah di dalam Al Qur’an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan seterusnya.&lt;br /&gt;Allah SWT memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama, yakni 24 jam sehari semalam. Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi. Karena itu tepat sebuah semboyan yang menyatakan: “Lebih baik kehilangan jam daripada kehilangan waktu”. Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi.&lt;br /&gt;Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk pandai mengelola waktunya dengan baik sehingga waktu berlalu dengan penggunaan yang efektif, tak ada yang sia-sia. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi SAW adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum datang sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.&lt;br /&gt;8. Munazhzhamun fi Syuunihi (teratur dalam suatu urusan)&lt;br /&gt;Munazhzhaman fi syuunihi termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al Qur’an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah menjadi cinta kepadanya.&lt;br /&gt;Dengan kata lain, suatu urusan mesti dikerjakan secara profesional. Apapun yang dikerjakan, profesionalisme selalu diperhatikan. Bersungguh-sungguh, bersemangat , berkorban, berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan merupakan hal-hal yang mesti mendapat perhatian serius dalam penunaian tugas-tugas.&lt;br /&gt;9. Qodirun Alal Kasbi (memiliki kemampuan usaha sendiri/mandiri)&lt;br /&gt;Qodirun alal kasbi merupakan ciri lain yang harus ada pada diri seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian terutama dari segi ekonomi. Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. Karena pribadi muslim tidaklah mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan ibadah haji dan umroh, zakat, infaq, shadaqah dan mempersiapkan masa depan yang baik. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al Qur’an maupun hadits dan hal itu memiliki keutamaan yang sangat tinggi.&lt;br /&gt;Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik. Keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah SWT. Rezeki yang telah Allah sediakan harus diambil dan untuk mengambilnya diperlukan skill atau ketrampilan.&lt;br /&gt;10. Nafi’un Lighoirihi (bermanfaat bagi orang lain)&lt;br /&gt;Nafi’un lighoirihi merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaan. Jangan sampai keberadaan seorang muslim tidak menggenapkan dan ketiadaannya tidak mengganjilkan.&lt;br /&gt;Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berfikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dan mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya. Dalam kaitan ini, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Qudhy dari Jabir).&lt;br /&gt;Demikian secara umum profil seorang muslim yang disebutkan dalam Al Qur’an dan sunnah. Sesuatu yang perlu kita standarisasikan pada diri kita masing-masing.&lt;br /&gt;Sumber: www.kaderisasi.pks.or.id&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/603644415902310779-5369037998012094858?l=aqiemcahpemalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/feeds/5369037998012094858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/07/profil-pribadi-muslim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/5369037998012094858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/5369037998012094858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/07/profil-pribadi-muslim.html' title='Profil Pribadi Muslim'/><author><name>Syarul Fala Alfatih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16362549648214189221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/S6L1YyNYSqI/AAAAAAAAAOs/87AhAIqyM6Y/S220/Gambar+(4).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-603644415902310779.post-4495960709992582235</id><published>2009-07-16T20:28:00.000-07:00</published><updated>2009-07-16T20:29:59.436-07:00</updated><title type='text'>ADAB BERBICARA</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Semua pembicaraan harus kebaikan, (QS 4/114, dan QS 23/3), dalam hadits nabi SAW disebutkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang beriman pada ALLAH dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau lebih baik diam." (HR Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berbicara harus jelas dan benar, sebagaimana dalam hadits Aisyah ra:&lt;br /&gt;"Bahwasanya perkataan rasuluLLAH SAW itu selalu jelas sehingga bias difahami oleh semua yang mendengar." (HR Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Seimbang dan menjauhi bertele-tele, berdasarkan sabda nabi SAW:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku nanti di hari Kiamat ialah orang yang banyak omong dan berlagak dalam berbicara." Maka dikatakan: Wahai rasuluLLAH kami telah mengetahui arti ats-tsartsarun dan mutasyaddiqun, lalu apa makna al-mutafayhiqun? Maka jawab nabi SAW: "Orang2 yang sombong." (HR Tirmidzi dan dihasankannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menghindari banyak berbicara, karena kuatir membosankan yang mendengar, sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Wa'il:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Ibnu Mas'ud ra senantiasa mengajari kami setiap hari Kamis, maka berkata seorang lelaki: Wahai abu AbduRRAHMAN (gelar Ibnu Mas'ud)! Seandainya anda mau mengajari kami setiap hari? Maka jawab Ibnu Mas'ud : Sesungguhnya tidak ada yang menghalangiku memenuhi keinginanmu, hanya aku kuatir membosankan kalian, karena akupun pernah meminta yang demikian pada nabi SAW dan beliau menjawab kuatir membosankan kami (HR Muttafaq 'alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mengulangi kata-kata yang penting jika dibutuhkan, dari Anas ra bahwa adalah nabi SAW jika berbicara maka beliau SAW mengulanginya 3 kali sehingga semua yang mendengarkannya menjadi faham, dan apabila beliau SAW mendatangi rumah seseorang maka beliau SAW pun mengucapkan salam 3 kali. (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Menghindari mengucapkan yang bathil, berdasarkan hadits nabi SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang diridhai ALLAH SWT yang ia tidak mengira yang akan mendapatkan demikian sehingga dicatat oleh ALLAH SWT keridhoan-NYA bagi orang tersebut sampai nanti hari Kiamat. Dan seorang lelaki mengucapkan satu kata yang dimurkai ALLAH SWT yang tidak dikiranya akan demikian, maka ALLAH SWT mencatatnya yang demikian itu sampai hari Kiamat." (HR Tirmidzi dan ia berkata hadits hasan shahih; juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menjauhi perdebatan sengit, berdasarkan hadits nabi SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidaklah sesat suatu kaum setelah mendapatkan hidayah untuk mereka, melainkan karena terlalu banyak berdebat." (HR Ahmad dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam hadits lain disebutkan sabda nabi SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku jamin rumah didasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah ditengah surga bagi yang menghindari dusta walaupun dalam bercanda, dan aku jamin rumah di puncak surga bagi yang baik akhlaqnya." (HR Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Menjauhi kata-kata keji, mencela, melaknat, berdasarkan hadits nabi SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukanlah seorang mu'min jika suka mencela, mela'nat dan berkata-kata keji." (HR Tirmidzi dengan sanad shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Menghindari banyak canda, berdasarkan hadits nabi SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya seburuk-buruk orang disisi ALLAH SWT di hari Kiamat kelak ialah orang yang suka membuat manusia tertawa." (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Menghindari menceritakan aib orang dan saling memanggil dengan gelar yang buruk, berdasarkan QS 49/11, juga dalam hadits nabi SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika seorang menceritakan suatu hal padamu lalu ia pergi, maka ceritanya itu menjadi amanah bagimu untuk menjaganya." (HR Abu Daud dan Tirmidzi dan ia menghasankannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Menghindari dusta, berdasarkan hadits nabi SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tanda-tanda munafik itu ada 3, jika ia bicara berdusta, jika ia berjanji mengingkari dan jika diberi amanah ia khianat." (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Menghindari ghibah dan mengadu domba, berdasarkan hadits nabi SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Janganlah kalian saling mendengki, dan janganlah kalian saling membenci, dan janganlah kalian saling berkata-kata keji, dan janganlah kalian saling menghindari, dan janganlah kalian saling meng-ghibbah satu dengan yang lain, dan jadilah hamba-hamba ALLAH yang bersaudara." (HR Muttafaq 'alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Berhati-hati dan adil dalam memuji, berdasarkan hadits nabi SAW dari AbduRRAHMAN bin abi Bakrah dari bapaknya berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang yang memuji orang lain di depan orang tersebut, maka kata nabi SAW: "Celaka kamu, kamu telah mencelakakan saudaramu! Kamu telah mencelakakan saudaramu!" (2 kali), lalu kata beliau SAW: "Jika ada seseorang ingin memuji orang lain di depannya maka katakanlah: Cukuplah si fulan, semoga ALLAH mencukupkannya, kami tidak mensucikan seorangpun disisi ALLAH, lalu barulah katakan sesuai kenyataannya." (HR Muttafaq 'alaih dan ini adalah lafzh Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari Mujahid dari Abu Ma'mar berkata: Berdiri seseorang memuji seorang pejabat di depan Miqdad bin Aswad secara berlebih-lebihan, maka Miqdad mengambil pasir dan menaburkannya di wajah orang itu, lalu berkata: Nabi SAW memerintahkan kami untuk menaburkan pasir di wajah orang yang gemar memuji. (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADAB MENDENGAR  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Diam dan memperhatikan (QS 50/37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tidak memotong/memutus pembicaraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menghadapkan wajah pada pembicara dan tidak memalingkan wajah darinya sepanjang sesuai dengan syariat (bukan berbicara dengan lawan jenis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tidak menyela pembicaraan saudaranya walaupun ia sudah tahu, sepanjang bukan perkataan dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tidak merasa dalam hatinya bahwa ia lebih tahu dari yang berbicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADAB MENOLAK / TIDAK SETUJU    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ikhlas dan menghindari sifat senang menjadi pusat perhatian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menjauhi ingin tersohor dan terkenal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penolakan harus tetap menghormati dan lembut serta tidak meninggikan suara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Penolakan harus penuh dengan dalil dan taujih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menghindari terjadinya perdebatan sengit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Hendaknya dimulai dengan menyampaikan sisi benarnya lebih dulu sebelum mengomentari yang salah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Penolakan tidak bertentangan dengan syariat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Hal yang dibicarakan hendaknya merupakan hal yang penting dan dapat dilaksanakan dan bukan sesuatu yang belum terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Ketika menolak hendaknya dengan memperhatikan tingkat ilmu lawan bicara, tidak berbicara di luar kemampuan lawan bicara yang dikuatirkan menjadi fitnah bagi diri dan agamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Saat menolak hendaknya menjaga hati dalam keadaan bersih, dan menghindari kebencian serta penyakit hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wamaa taufiiqi illaa biLLAAH, 'alaihi tawakkaltu wa ilaihi uniib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabiel Fuad Al-Musawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/603644415902310779-4495960709992582235?l=aqiemcahpemalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/feeds/4495960709992582235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/07/adab-berbicara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/4495960709992582235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/4495960709992582235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/07/adab-berbicara.html' title='ADAB BERBICARA'/><author><name>Syarul Fala Alfatih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16362549648214189221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/S6L1YyNYSqI/AAAAAAAAAOs/87AhAIqyM6Y/S220/Gambar+(4).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-603644415902310779.post-714760874423808751</id><published>2009-07-16T20:13:00.000-07:00</published><updated>2009-07-16T20:16:50.970-07:00</updated><title type='text'>Hukum IsbaL</title><content type='html'>hayatulislam.net – Soal: Ustadz yang terhormat, saya mau nanya tentang hukum isbal. Ada sebagian orang yang mengatakan bahwa isbal dianggap salah satu dosa besar yang diancam dengan ancaman yang keras. Mohon penjelasannya.&lt;br /&gt;Jawab: Dari Ibnu ‘Umar diriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda:&lt;br /&gt;“Barangsiapa memanjangkan pakaiannya karena sombong, maka Allah tidak akan melihatnya kelak di hari kiamat.” Kemudian Abu Bakar bertanya, “Sesungguhnya sebagian dari sisi sarungku melebihi mata kaki, kecuali aku menyingsingkannya.” Rasulullah Saw menjawab, “Kamu bukan termasuk orang yang melakukan hal itu karena sombong.” [HR. Jama’ah, kecuali Imam Muslim dan Ibnu Majah dan Tirmidizi tidak menyebutkan penuturan dari Abu Bakar.]&lt;br /&gt;Dari Ibnu ‘Umar dituturkan bahwa Rasulullah Saw telah bersabda:&lt;br /&gt;“Isbal itu bisa terjadi pada sarung, sarung dan jubah. Siapa saja yang memanjangkan pakaiannya karena sombong, maka Allah swt tidak akan melihatnya kelak di hari kiamat.” [HR. Abu Dawud, an-Nasa`i, dan Ibnu Majah]&lt;br /&gt;Kata khuyalaa’ berasal dari wazan fu’alaa’. Kata al-khuyalaa’, al-bathara, al-kibru, al-zahw, al-tabakhtur, bermakna sama, yakni sombong dan takabur.&lt;br /&gt;Mengomentari hadits ini, Ibnu Ruslan dari Syarah al-Sunan menyatakan, “Dengan adanya taqyiid “khuyalaa’” (karena sombong) menunjukkan bahwa siapa saja yang memanjangkan kainnya melebihi mata kaki tanpa ada unsur kesombongan, maka dirinya tidak terjatuh dalam perbuatan haram. Hanya saja, perbuatan semacam itu tercela (makruh).”&lt;br /&gt;Imam Nawawi berkata, “Hukum isbal adalah makruh. Ini adalah pendapat yang dipegang oleh Syafi’iy.”&lt;br /&gt;Imam al-Buwaithiy dari al-Syafi’iy dalam Mukhtasharnya berkata, “Isbal dalam sholat maupun di luar sholat karena sombong dan karena sebab lainnya tidak diperbolehkan. Ini didasarkan pada perkataan Rasulullah Saw kepada Abu Bakar ra.”&lt;br /&gt;Namun demikian sebagian ‘ulama menyatakan bahwa khuyala’ dalam hadits di atas bukanlah taqyiid. Atas dasar itu, dalam kondisi apapun isbal terlarang dan harus dijauhi. Dalam mengomentari hadits di atas, Ibnu al-‘Arabiy berkata, “Tidak diperbolehkan seorang laki-laki melabuhkan kainnya melebihi mata kaki dan berkata tidak ada pahala jika karena sombong. Sebab, larangan isbal telah terkandung di dalam lafadz. Tidak seorangpun yang tercakup di dalam lafadz boleh menyelisihinya dan menyatakan bahwa ia tidak tercakup dalam lafadz tersebut; sebab, ‘illatnya sudah tidak ada. Sesungguhnya, sanggahan semacam ini adalah sanggahan yang tidak kuat. Sebab, isbal itu sendiri telah menunjukkan kesombongan dirinya. Walhasil, isbal adalah melabuhkan kain melebihi mata kaki, dan melabuhkan mata kaki identik dengan kesombongan meskipun orang yang melabuhkan kain tersebut tidak bermaksud sombong.”&lt;br /&gt;Mereka juga mengetengahkan riwayat-riwayat yang melarang isbal tanpa ada taqyiid. Riwayat-riwayat itu diantaranya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;“Angkatlah sarungmu sampai setengah betis, jika engkau tidak suka maka angkatlah hingga di atas kedua mata kakimu. Perhatikanlah, sesungguhnya memanjangkan kain melebihi mata kaki itu termasuk kesombongan. Sedangkan Allah SWT tidak menyukai kesombongan.” [HR. Abu Dawud, an-Nasa’i, dan at-Tirmidzi dari haditsnya Jabir bin Salim].&lt;br /&gt;“Tatkala kami bersama Rasulullah Saw, datanglah ‘Amru bin Zurarah al-Anshoriy dimana kain sarung dan jubahnya dipanjangkannya melebihi mata kaki (isbal). Selanjutnya, Rasulullah Saw segera menyingsingkan sisi pakaiannya (Amru bin Zurarah) dan merendahkan diri karena Allah SWT. Kemudian beliau Saw bersabda, “Budakmu, anak budakmu dan budak perempuanmu”, hingga ‘Amru bin Zurarah mendengarnya. Lalu, Amru Zurarah berkata, “Ya Rasulullah sesungguhnya saya telah melabuhkan pakaianku melebihi mata kaki.” Rasulullah Saw bersabda, “Wahai ‘Amru, sesungguhnya Allah SWT telah menciptakan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya. Wahai ‘Amru sesungguhnya Allah SWT tidak menyukai orang yang melabuhkan kainnya melebihi mata kaki.” [HR. ath-Thabarni dari haditsnya Abu Umamah] Hadits ini rijalnya tsiqah. Dzahir hadits ini menunjukkan bahwa ‘Amru Zurarah tidak bermaksud sombong ketika melabuhkan kainnya melebihi mata kaki.&lt;br /&gt;Riwayat-riwayat ini memberikan pengertian, bahwa isbal yang dilakukan baik karena sombong atau tidak, hukumnya haram. Akan tetapi, kita tidak boleh mencukupkan diri dengan hadits-hadits seperti ini. Kita mesti mengkompromikan riwayat-riwayat ini dengan riwayat-riwayat lain yang di dalamnya terdapat taqyiid (pembatas) “khuyalaa’”. Kompromi (jam’u) ini harus dilakukan untuk menghindari penelantaran terhadap hadits Rasulullah Saw. Sebab, menelantarkan salah satu hadits Rasulullah bisa dianggap mengabaikan sabda Rasulullah Saw. Tentunya, perbuatan semacam ini adalah haram.&lt;br /&gt;Berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar, yakni perkataan Rasulullah Saw kepada Abu Bakar ra (“Kamu bukan termasuk orang yang melakukan hal itu karena sombong.”), menunjukkan bahwa manath (obyek) pengharaman isbal adalah karena sombong. Sebab, isbal kadang-kadang dilakukan karena sombong dan kadang-kadang tidak karena sombong. Hadits yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar telah menunjukkan dengan jelas bahwa isbal yang dilakukan tidak dengan sombong hukumnya tidak haram.&lt;br /&gt;Atas dasar itu, isbal yang diharamkan adalah isbal yang dilakukan dengan kesombongan. Sedangkan isbal yang dilakukan tidak karena sombong, tidaklah diharamkan. Imam Syaukani berkata, “Oleh karena itu, sabda Rasulullah Saw, ‘Perhatikanlah, sesungguhnya memanjangkan kain melebihi mata kaki itu termasuk kesombongan.’ [HR. Abu Dawud, an-Nasa’i, dan at-Tirmidzi dari haditsnya Jabir bin Salim], harus dipahami bahwa riwayat ini hanya berlaku bagi orang yang melakukan isbal karena sombong. Hadits yang menyatakan bahwa isbal adalah kesombongan itu sendiri —yakni riwayat Jabir bin Salim—harus ditolak karena kondisi yang mendesak. Sebab, semua orang memahami bahwa ada sebagian orang yang melabuhkan pakaiannya melebihi mata kaki memang bukan karena sombong. Selain itu, pengertian hadits ini (riwayat Jabir bin Salim) harus ditaqyiid dengan riwayat dari Ibnu ‘Umar yang terdapat dalam shahihain….Sedangkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Umamah yang menyatakan bahwa Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang sombong hadir dalam bentuk muthlaq, sedangkan hadits yang lain yang diriwayatkan Ibnu ‘Umar datang dalam bentuk muqayyad. Dalam kondisi semacam ini, membawa muthlaq ke arah muqayyad adalah wajib….”&lt;br /&gt;Dari penjelasan Imam Syaukani di atas kita bisa menyimpulkan, bahwa kesombongan adalah taqyiid atas keharaman isbal. Atas dasar itu, hadits-hadits yang memuthlaqkan keharaman isbal harus ditaqyiid dengan hadits-hadits yang mengandung redaksi khuyalaa’. Walhasil, isbal yang dilakukan tidak karena sombong, tidak termasuk perbuatan yang haram.&lt;br /&gt;Tidak boleh dinyatakan di sini bahwa hadits yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar tidak bisa mentaqyiid kemuthlakan hadits-hadits lain yang datang dalam bentuk muthlaq dengan alasan, sebab dan hukumnya berbeda. Tidak bisa dinyatakan demikian. Sebab, hadits-hadits tersebut, sebab dan hukumnya adalah sama. Topik yang dibicarakan dalam hadits tersebut juga sama, yakni sama-sama berbicara tentang pakaian dan cara berpakaian. Atas dasar itu, kaedah taqyiid dan muqayyad bisa diberlakukan dalam konteks hadits-hadits di atas. [Tim Konsultan Ahli Hayatul Islam (TKAHI)]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/603644415902310779-714760874423808751?l=aqiemcahpemalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/feeds/714760874423808751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/07/hukum-isbal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/714760874423808751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/714760874423808751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/07/hukum-isbal.html' title='Hukum IsbaL'/><author><name>Syarul Fala Alfatih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16362549648214189221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/S6L1YyNYSqI/AAAAAAAAAOs/87AhAIqyM6Y/S220/Gambar+(4).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-603644415902310779.post-3243603303646141002</id><published>2009-07-12T02:49:00.001-07:00</published><updated>2009-07-12T02:49:36.916-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;table style="font-weight: bold;" width="100%" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="cattitle"&gt;&lt;a rel="bookmark" href="http://poetryimoet.multiply.com/reviews/item/5"&gt;Pantaskah kita Berharap Surga?&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="itemsubsub"&gt;&lt;nobr&gt;Jul 31, '06 10:40 PM&lt;/nobr&gt;&lt;br /&gt;for everyone&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table style="font-weight: bold; margin-bottom: 5px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="70"&gt;Category:&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Books&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="90"&gt;Genre: &lt;/td&gt;&lt;td&gt;Religion &amp;amp; Spirituality&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td&gt;Author:&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Unknown&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sholat dhuha cuma dua rakaat, qiyamullail (tahajjud) juga hanya dua rakaat, itu pun sambil terkantuk-kantuk. Sholat lima waktu? Sudahlah jarang di masjid, milih ayatnya yang pendek-pendek saja agar lekas selesai. Tanpa doa, dan segala macam puji untuk Allah, terlipatlah sajadah yang belum lama tergelar itu. Lupa pula dengan sholat rawatib sebelum maupun sesudah shalat wajib. Satu lagi, semua di atas itu belum termasuk catatan: "Kalau tidak terlambat" atau "Asal nggak bangun kesiangan". Dengan sholat model begini, apa pantas mengaku ahli ibadah? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Padahal Rasulullah dan para sahabat senantiasa mengisi malam-malamnya dengan derai tangis memohon ampunan kepada Allah. Tak jarang kaki-kaki mereka bengkak oleh karena terlalu lama berdiri dalam khusyuknya. Kalimat-kalimat pujian dan pinta tersusun indah seraya berharap Allah Yang Maha Mendengar mau mendengarkan keluh mereka. Ketika adzan berkumandang, segera para sahabat meninggalkan semua aktivitas menuju sumber panggilan, kemudian waktu demi waktu mereka habiskan untuk bersimpuh di atas sajadah-sajadah penuh tetesan air mata. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Baca Qur'an sesempatnya, itu pun tanpa memahami arti dan maknanya, apalagi meresapi hikmah yang terkandung di dalamnya. Ayat-ayat yang mengalir dari lidah ini tak sedikit pun membuat dada ini bergetar, padahal tanda-tanda orang beriman itu adalah ketika dibacakan ayat-ayat Allah maka tergetarlah hatinya. Hanya satu dua lembar ayat yang sempat dibaca sehari, itu pun tidak rutin. Kadang lupa, kadang sibuk, kadang malas. Yang begini ngaku beriman? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tidak sedikit dari sahabat Rasulullah yang menahan nafas mereka untuk meredam getar yang menderu saat membaca ayat-ayat Allah. Sesekali mereka terhenti, tak melanjutkan bacaannya ketika mencoba menggali makna terdalam dari sebaris kalimat Allah yang baru saja dibacanya. Tak jarang mereka hiasi mushaf di tangan mereka dengan tetes air mata. Setiap tetes yang akan menjadi saksi di hadapan Allah bahwa mereka jatuh karena lidah-lidah indah yang melafazkan ayat-ayat Allah dengan pemahaman dan pengamalan tertinggi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bersedekah jarang, begitu juga infak. Kalau pun ada, dipilih mata uang terkecil yang ada di dompet. Syukur-syukur kalau ada receh. Berbuat baik terhadap sesama juga jarang, paling-paling kalau sedang ada kegiatan bakti sosial, yah hitung-hitung ikut meramaikan. Sudah lah jarang beramal, amal yang paling mudah pun masih pelit, senyum. Apa sih susahnya senyum? Kalau sudah seperti ini, apa pantas berharap Kebaikan dan Kasih Allah? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rasulullah adalah manusia yang paling dirindui, senyum indahnya, tutur lembutnya, belai kasih dan perhatiannya, juga pembelaannya bukan semata milik Khadijah, Aisyah, dan istri-istri beliau yang lain. Juga bukan semata teruntuk Fatimah dan anak-anak Rasulullah lainnya. Ia senantiasa penuh kasih dan tulus terhadap semua yang dijumpainya, bahkan kepada musuhnya sekali pun. Ia juga mengajarkan para sahabat untuk berlomba beramal shaleh, berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Setiap hari ribut dengan tetangga. Kalau bukan sebelah kanan, ya tetangga sebelah kiri. Seringkali masalahnya cuma soal sepele dan remeh temeh, tapi permusuhan bisa berlangsung berhari-hari, kalau perlu ditambah sumpah tujuh turunan. Waktu demi waktu dihabiskan untuk menggunjingkan aib dan kejelekan saudara sendiri. Detik demi detik dada ini terus jengkel setiap kali melihat keberhasilan orang dan berharap orang lain celaka atau mendapatkan bencana. Sudah sedemikian pekatkah hati yang tertanam dalam dada ini? Adakah pantas hati yang seperti ini bertemu dengan Allah dan Rasulullah kelak? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wajah indah Allah dijanjikan akan diperlihatkan hanya kepada orang-orang beriman yang masuk ke dalam surga Allah kelak. Tentu saja mereka yang berkesempatan hanyalah para pemilik wajah indah pula. Tak inginkah kita menjadi bagian kelompok yang dicintai Allah itu? Lalu kenapa masih terus bermuka masam terhadap saudara sendiri? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dengan adik tidak akur, kepada kakak tidak hormat. Terhadap orang tua kurang ajar, sering membantah, sering membuat kesal hati mereka, apalah lagi mendoakan mereka, mungkin tidak pernah. Padahal mereka tak butuh apa pun selain sikap ramah penuh kasih dari anak-anak yang telah mereka besarkan dengan segenap cinta. Cinta yang berhias peluh, air mata, juga darah. Orang-orang seperti kita ini, apa pantas berharap surga Allah? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dari ridha orang tua lah, ridha Allah diraih. Kaki mulia ibu lah yang disebut-sebut tempat kita merengkuh surga. Bukankah Rasulullah yang sejak kecil tak beribu memerintahkan untuk berbakti kepada ibu, bahkan tiga kali beliau menyebut nama ibu sebelum kemudian nama Ayah? Bukankah seharusnya kita lebih bersyukur saat masih bisa mendapati tangan lembut untuk dikecup, kaki mulia tempat bersimpuh, dan wajah teduh yang teramat hangat dan menyejukkan? Karena begitu banyak orang-orang yang tak lagi mendapatkan kesempatan itu. Ataukah harus menunggu Allah memanggil orang-orang terkasih itu hingga kita baru merasa benar-benar membutuhkan kehadiran mereka? Jangan tunggu penyesalan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Astaghfirullaah ... &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/603644415902310779-3243603303646141002?l=aqiemcahpemalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/feeds/3243603303646141002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/07/pantaskah-kita-berharap-surga-jul-31-06.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/3243603303646141002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/3243603303646141002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/07/pantaskah-kita-berharap-surga-jul-31-06.html' title=''/><author><name>Syarul Fala Alfatih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16362549648214189221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/S6L1YyNYSqI/AAAAAAAAAOs/87AhAIqyM6Y/S220/Gambar+(4).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-603644415902310779.post-3464159635225776823</id><published>2009-06-02T21:16:00.000-07:00</published><updated>2009-07-16T20:21:48.452-07:00</updated><title type='text'>Perempuan di "Otak" Lelaki</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Kamu tau kenapa saya suka wanita itu pakai jilbab?&lt;br /&gt;Jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak&lt;br /&gt;kompromi. Bisa dibayangkan bagaimana saya harus&lt;br /&gt;mengontrol mata saya ini mulai dari keluar pintu rumah&lt;br /&gt;sampai kembali masuk rumah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kamu tau? Di kampus tempat saya seharian disana, kemana arah mata&lt;br /&gt;memandang selalu saja membuat mata saya terbelalak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang,&lt;br /&gt;mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kedepan ada perempuan berlenggok dengan seutas&lt;br /&gt;"Tank Top", noleh ke kiri pemandangan "Pinggul/udel&lt;br /&gt;terbuka", menghindar kekanan ada sajian "Celana ketat&lt;br /&gt;plus You Can See", balik ke belakang dihadang oleh&lt;br /&gt;"Dada indah/montok menantang!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullah... kemana lagi mata ini harus memandang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya berbicara nafsu, ow jelas sekali saya suka.&lt;br /&gt;Kurang merangsang itu mah! Tapi sayang, saya tak ingin&lt;br /&gt;hidup ini dibaluti oleh nafsu. Saya juga butuh hidup&lt;br /&gt;dengan pemandangan yang membuat saya tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata.&lt;br /&gt;Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona, kalau&lt;br /&gt;dipandang bikin sejuk di mata. Bukan paras yang&lt;br /&gt;membikin mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh&lt;br /&gt;pikiran "ngeres" dan hatipun menjadi keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan&lt;br /&gt;oleh laki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi,&lt;br /&gt;saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali bagi mereka yang memang punya niat untuk&lt;br /&gt;menarik lelaki untuk menikmati "aset berharga" yang mereka&lt;br /&gt;punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasar&lt;br /&gt;kata dasarnya adalah penuh daya tarik seks. Kalau ada&lt;br /&gt;wanita yang dibilang seksi oleh para lelaki, janganlah&lt;br /&gt;berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang&lt;br /&gt;punya fitrah dihormati dan dihargai semestinya anda&lt;br /&gt;malu, karena penampilan seksi itu sudah membuat mata&lt;br /&gt;lelaki menelanjangi anda, membayangkan anda adalah&lt;br /&gt;objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap anda&lt;br /&gt;melakukan lebih seksi, lebih... dan lebih lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan anda tau apa kesimpulan yang ada dalam benak sang&lt;br /&gt;lelaki? Yaitunya: anda bisa diajak untuk begini dan&lt;br /&gt;begitu alias gampangan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tidak mau, sengaja ataupun tidak anda sudah&lt;br /&gt;membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh&lt;br /&gt;penampilan anda sendiri yang anda sajikan pada mata&lt;br /&gt;lelaki. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri&lt;br /&gt;anda, apa itu dengan kata-kata yang nyeleneh,&lt;br /&gt;pelecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan.&lt;br /&gt;Siapa yang semestinya disalahkan? Saya yakin anda&lt;br /&gt;menjawabnya "lelaki" bukan? Oh betapa tersiksanya&lt;br /&gt;menjadi seorang lelaki normal di jaman sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau&lt;br /&gt;tidak ada yang jual. Simpel saja, orang pasti akan&lt;br /&gt;beli kalau ada yang nawarin. Apalagi barang bagus itu&lt;br /&gt;gratis, wah pasti semua orang akan berebut untuk&lt;br /&gt;menerima. Nah apa bedanya dengan anda menawarkan&lt;br /&gt;penampilan seksi anda pada khalayak ramai, saya yakin&lt;br /&gt;siapa yang melihat ingin mencicipinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah seharian tadi saya harus menahan penyiksaan&lt;br /&gt;pada mata ini. Bukan pada hari ini saja, rata-rata&lt;br /&gt;setiap harinya. Saya ingin protes, tapi mau protes ke&lt;br /&gt;mana? Apakah saya harus menikmatinya...? tapi saya&lt;br /&gt;sungguh takut dengan Zat yang memberi mata ini.&lt;br /&gt;Bagaimana nanti saya mempertanggungjawabkan nanti?&lt;br /&gt;sungguh dilema yang berkepanjangan dalam hidup saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Taala telah berfirman: "Katakanlah kepada&lt;br /&gt;laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan&lt;br /&gt;pandangannya dan memelihara kemaluannya", yang&lt;br /&gt;demikian itu adalah lebih suci bagi mereka.&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka&lt;br /&gt;perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman "Hendaklah&lt;br /&gt;mereka menahan pandangannya dan memelihara&lt;br /&gt;kemaluannya." (QS. An-Nuur : 30-31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di&lt;br /&gt;ruangan kecil ini, duduk di depan komputer menyerap&lt;br /&gt;sekian juta elektron yang terpancar dari monitor, saya&lt;br /&gt;hanya ingin menahan pandangan mata ini. Biarlah mata&lt;br /&gt;saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya tak&lt;br /&gt;bisa pertanggungjawabkan nantinya di Akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tak salah juga bukan? kalau saya paling malas diajak ke mall,&lt;br /&gt;jjs, kafe, dan semacam tempat yang selalu menyajikan&lt;br /&gt;keseksian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin, banyak laki-laki yang punya dilema seperti&lt;br /&gt;saya ini. Mungkin ada yang menikmati, tetapi sebagian&lt;br /&gt;besar ada yang takut dan bingung harus berbuat apa.&lt;br /&gt;Bagi anda para wanita apakah akan selalu bahkan&lt;br /&gt;semakin menyiksa kami sampai kami tak mampu lagi&lt;br /&gt;memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk.&lt;br /&gt;Kemudian terpaksa mengambil kesimpulan menikmati&lt;br /&gt;pemadangan yang anda tayangkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti dari cerita tsb adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, saudaraku muslimah berjilbablah ... karena itu sungguh nyaman,&lt;br /&gt;tentram, anggun, cantik, mempesona dan tentunya sejuk dimata lelaki.&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan DA'WAH, jadikan diri kita sebagai MUSLIM&lt;br /&gt;yang BERSIH dan LEBIH PEDULI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup kita -seluruhnya- adalah 'IBADAH &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/603644415902310779-3464159635225776823?l=aqiemcahpemalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/feeds/3464159635225776823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/06/selembar-bulu-mata.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/3464159635225776823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/3464159635225776823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/06/selembar-bulu-mata.html' title='Perempuan di &quot;Otak&quot; Lelaki'/><author><name>Syarul Fala Alfatih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16362549648214189221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/S6L1YyNYSqI/AAAAAAAAAOs/87AhAIqyM6Y/S220/Gambar+(4).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-603644415902310779.post-8130036712984888929</id><published>2009-06-02T21:14:00.001-07:00</published><updated>2009-07-16T20:23:39.921-07:00</updated><title type='text'>" Kejujuran "</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kejujuran, betapa langkanya kata ini!&lt;br /&gt;Mencari orang yang jujur saat ini hampir sama mustahilnya denganmencari jarum di dalam tumpukan jerami. Jujur bukanlah semata-mata tidak berkata dusta. Ketika Nabi bersabda, "katakanlah kebenaran itu walupun pahit", sebenarnya Nabi memerintahkan kita untuk berlaku jujur dengan lidah kita. Ketika Nabi bersabda, "andaikata Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya akan aku potong tangannya," sesungguhnya Nabi mengajarkan kita untuk bertindak jujur dalam penegakkan hukum meskipun terhadap keluarga sendiri. Ketika Al-Qur'an merekam kalimat suci, "sampaikanlah amanat kepada yang berhak," sesungguhnya Allah menyuruh kita bersikap jujur ketika memegang amanah, baik selaku dosen, pejabat, ataupun pengusaha. Sewaktu Allah menghancurkan harta si Karun karena Karun bersikukuh bahwa harta itu diraihnya karena kerja kerasnya semata, bukan karena anugerah Allah, sebenarnya Allah sedang memberi peringatan kepada kita bahwa itulah azab Allah terhadap mereka yang tidak berlaku jujur akan rahmat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengoklah diri kita sekarang....Masihkah tersedia kejujuran di dalam segala tindak tanduk kita? Ketika anda terima uang sogokan sebenarnya anda telah berlaku tidak jujur. Ketika anda enggan menolong rekan anda, meskipun anda sadar anda mampu menolongnya, saat itu anda telah menodai kejujuran.&lt;br /&gt;Ketika di sebuah pengajian anda ditanya jama'ah sebuah pertanyaan yang sulit, dan anda tahu bahwa anda tak mampu menjawabnya, tapi anda jawab juga dengan "putar sana-sini", maka anda telah melanggar sebuah kejujuran (orang kini menyebutnya "kejujuran ilmiah").&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah orang jujur saat ini?&lt;br /&gt;Bahkan Yudhistira yang dalam kisah Mahabharata terkenal jujur pun sempat berbohong dihadapan Resi Durna saat perang Bharata Yudha. Dewa dalam kisah tersebut menghukum Yudhistira dengan membenamkan roda keretanya ke dalam tanah beberapa senti. Anda boleh tak percaya cerita Mahabharata ini, tapi jangan bilang bahwa anda meragukan Allah mampu menghukum kita akibat ketidakjujuran kita dengan lebih dahsyat lagi. Kalau Dewa mampu menghukum Yudhistiraseperti itu, jangan-jangan Allah akan membenamkan seluruh yang kita banggakan ke dalam tanah hanya dalam kejapan mata saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru saya pernah bercerita ketika ada orang yg baru masuk Islam bertanya kepada Rasul bahwa ia belum mampu untuk mengikuti gerakan sholat dan kewajiban lainnya, konon, Rasul hanya memintanya untuk berlaku jujur. Ketika ada seorang warga negara Inggris yang masuk Islam, dan belum bisa sholat serta puasa, saya minta dia untuk berlaku jujur saja dahulu. Orang asing itu terperanjat. Boleh jadi dia kaget bahwa betapa Islam memandang tinggi nilai kejujuran. Kini, saya yang terperanjat dan terkaget-kaget menyaksikan perilaku kita semua yang sudah bisa sholat dan puasa namun tidak mampu berlaku jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh Gusti....betapa jauh prilaku kami dari contoh yang diberikan Nabi-Mu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CreatedS Situs By Misthuman ( manusia misterius )&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/603644415902310779-8130036712984888929?l=aqiemcahpemalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/feeds/8130036712984888929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/06/kejujuran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/8130036712984888929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/8130036712984888929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/06/kejujuran.html' title='&quot; Kejujuran &quot;'/><author><name>Syarul Fala Alfatih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16362549648214189221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/S6L1YyNYSqI/AAAAAAAAAOs/87AhAIqyM6Y/S220/Gambar+(4).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-603644415902310779.post-9050674414997530401</id><published>2009-06-01T22:53:00.000-07:00</published><updated>2009-07-16T01:27:55.649-07:00</updated><title type='text'>Kekayaan, Kesuksesan dan Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SiS_2ktJc3I/AAAAAAAAAF8/wnP-xPeYHVA/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 121px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SiS_2ktJc3I/AAAAAAAAAF8/wnP-xPeYHVA/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342606002255131506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p  style="color: rgb(255, 102, 102); font-family: arial; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah,dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.Wanita itu berkata: “Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar.Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk menganjal perut. Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang? Wanita itu menjawab,”Belum, dia sedang keluar. “Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="color: rgb(255, 102, 102); font-family: arial; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kami akan menunggu sampai suami mu kembali, kata pria itu. Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, “Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="color: rgb(255, 102, 102); font-family: arial; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="color: rgb(255, 102, 102); font-family: arial; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam. “Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama”, kata pria itu hampir bersamaan.”Lho, kenapa? Tanya wanita itu karena merasa heran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="color: rgb(255, 102, 102); font-family: arial; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="color: rgb(255, 102, 102); font-family: arial; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Salah seorang pria itu berkata, “Nama dia Kekayaan,”katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, dan “sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="color: rgb(255, 102, 102); font-family: arial; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="color: rgb(255, 102, 102); font-family: arial; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sedangkan aku sendiri bernama Cinta. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="color: rgb(255, 102, 102); font-family: arial; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="color: rgb(255, 102, 102); font-family: arial; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. “Ohho…menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan. Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, “sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen gandum kita. “Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta. Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak masuk si Cinta ini ke dalam. Dan malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="color: rgb(255, 102, 102); font-family: arial; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="color: rgb(255, 102, 102); font-family: arial; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. “Siapa diantara Anda yang bernama Cinta? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini. Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho..ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="color: rgb(255, 102, 102); font-family: arial; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="color: rgb(255, 102, 102); font-family: arial; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. “Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga? Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. “Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Cinta, maka, kemana pun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Cinta, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta. Dan hanya si Cinta yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat&lt;/span&gt; berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/603644415902310779-9050674414997530401?l=aqiemcahpemalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/feeds/9050674414997530401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/06/kekayaan-kesuksesan-dan-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/9050674414997530401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/9050674414997530401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/06/kekayaan-kesuksesan-dan-cinta.html' title='Kekayaan, Kesuksesan dan Cinta'/><author><name>Syarul Fala Alfatih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16362549648214189221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/S6L1YyNYSqI/AAAAAAAAAOs/87AhAIqyM6Y/S220/Gambar+(4).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SiS_2ktJc3I/AAAAAAAAAF8/wnP-xPeYHVA/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-603644415902310779.post-3597992758395823284</id><published>2009-06-01T22:43:00.000-07:00</published><updated>2009-07-05T23:18:52.034-07:00</updated><title type='text'>Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SiTHeXnBVII/AAAAAAAAAGE/-RPrOP1UftY/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 124px; height: 78px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SiTHeXnBVII/AAAAAAAAAGE/-RPrOP1UftY/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342614382515934338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;iframe tabindex="5" style="display: block; color: rgb(0, 0, 0);" id="richeditorframe"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-size:130%;" &gt;&lt;a class="title" href="http://wongkitogalo.wordpress.com/2009/01/03/cinta-kesedihan-kekayaan-kegembiraan/" style="text-decoration: none; font-weight: bold;" rel="bookmark" title="Link Permanen : Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);" class="cite"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;14 3pm1 2008, 11:05 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Diarsipkan di bawah: &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/kajian/" title="Lihat seluruh tulisan dalam Kajian" rel="category tag"&gt;Kajian&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);" class="snap_preview"&gt;&lt;p style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah benda abstrak. Ada Cinta, Kekayaan, Kecantikan, Kegembiraan, Kesedihan dan sebagainya. Pada awalnya mereka hidup bersama-sama dengan aman dan saling memerlukan. Namun pada suatu hari, badai datang menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba bergelombang dan menimbulkan ombak yang sangat besar dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni di pulau itu segera berusaha menyelamatkan diri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Cinta sangat bimbang kerana ia tidak pandai berenang dan tidak memiliki perahu. Ia berdiri di tepi pantai untuk meminta bantuan. Sementara itu air semakin naik membasahi kaki Cinta. Tidak lama kemudian kelihatan Kekayaan sedang mengayuh perahu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;?Kekayaan! Kekayaan! Tolonglah aku!?Eteriak Cinta. Dengan segera Kekayaan pun menjawab, ?Ohh! Maafkan aku Cinta?E kata Kekayaan. ?EPerahuku telah penuh dengan semua hartaku. Aku tak dapat membawamu bersama, nanti perahu ini akan tenggelam. Lagi pun tak ada ruang lagi untuk kau di perahuku ini.?Ebr&gt;&lt;br /&gt;Cinta amat sedih sekali, namun kemudiannya dia melihat Kegembiraan melintasi di depannya dengan sebuah perahu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;?Kegembiraan! Tolonglah aku!?Eteriak Cinta. Oleh kerana Kegembiraan terlalu gembira kerana dia telah menjumpai sebuah perahu, dia langsung tidak mendengari teriakan Cinta. Air semakin meninggi membasahi Cinta sampai ke paras pinggang dan Cinta semakin panik. Tidak lama selepas itu, lalulah Kecantikan di depannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;?EKecantikan! Bawalah aku bersamamu!?Eteriak Cinta&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;?Wah, Cinta kamu sudah basah dan kotor. Aku tak boleh membawamu bersama. Nanti kau akan mengotorkan perahuku yang indah ini.?E sahut Kecantikan. Cinta amat sedih mendengarnya. Cinta mula menangis terisak-isak.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;?Apa kesalahanku, mengapa semua orang tidak mempedulikan aku??E rintihnya sayu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Ketika Cinta sedang menangis, lalulah pulak Kesedihan dengan perahunya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;?Ohh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu,?Ekata Cinta.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;?Maaf, Cinta. Aku sedang bersedih dan aku ingin bersendirian?E kata Kesedihan sambil terus mendayung perahunya. Cinta sudah mula putus asa. Air semakin naik dan akan menenggelamkannya. Cinta terus berharap agar dirinya akan diselamatkan orang. Dia berdoa kepada Tuhan. ?Oh Tuhan tolonglah aku, apa akan terjadi pada dunia tanpa aku, tanpa Cinta?.?Ebr&gt;&lt;br /&gt;Pada saat yang kritikal itu, tiba-tiba terdengar suara memanggilnya, ?Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!.?E Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua berjanggut panjang memutih sedang mendayung perahunya. Cinta pun naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kemudian setibanya di pulau yang berhampiran, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera meninggalkan pulau itu. Pada ketika itulah, baru Cinta sedar bahawa dia tidak mengetahui siapakah gerangan orang tua itu yang baik hati dan telah menyelamatkannya itu. Cinta segera bertanya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;?Oh, orang tua tadi? Dia ialah Waktu!¢ kata orang itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Cinta pun bertanya lagi. ?Tapi mengapakah dia menyelamatkan aku? Aku tak kenal dia. Sedangkan kawan-kawan yang mengenaliku langsung tidak mahu menolongku,?Etanya Cinta kehairanan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;?Sebab, hanya Waktulah yang tahu betapa berharganya Cinta itu?E kata orang itu. Setelah itu fahamlah Cinta akan kepentingannya di &lt;/span&gt;dunia ini.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/603644415902310779-3597992758395823284?l=aqiemcahpemalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/feeds/3597992758395823284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/06/cinta-kesedihan-kekayaan-kegembiraan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/3597992758395823284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/3597992758395823284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/06/cinta-kesedihan-kekayaan-kegembiraan.html' title='Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan'/><author><name>Syarul Fala Alfatih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16362549648214189221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/S6L1YyNYSqI/AAAAAAAAAOs/87AhAIqyM6Y/S220/Gambar+(4).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SiTHeXnBVII/AAAAAAAAAGE/-RPrOP1UftY/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-603644415902310779.post-1471554343538998647</id><published>2009-02-24T20:44:00.000-08:00</published><updated>2009-07-05T23:19:08.434-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SaTa93U9F3I/AAAAAAAAADw/FgxNH0rCsaA/s1600-h/image12.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 230px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SaTa93U9F3I/AAAAAAAAADw/FgxNH0rCsaA/s320/image12.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306607017308002162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;WE WILL NOT GO DOWN IN GAZA TONIGHT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;A Blinding flash of white light&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Lit up the sky over Gaza tonight&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;people running for cover&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;not knowing whether they're dead or alive&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;they came with their tanks and their planes&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;with ravaging fiery flames&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;and nothing remains&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;just6 a voice rising up in the smoky haze&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;we will not go down &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;in the night, without a fight&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;you can burn up our mosques and our homes and our schools&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;but our spirit will never die&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;we will not go down&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;in gaza tonight&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;women and children alike&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;murdered and massacred night after night&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;while the so called leaders of countries afar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;debated on who's wrong or right&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;but their powerless word were in vain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;and the bombs fell down like aciid rain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;but through the tears and the blood and the pain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;you can still hear that voice through the smoky haze&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;we will not go down&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;in the night, without a fight&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;you can burn up our mosques and our homes and our schools&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;but our spirit will never die&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;we will not go down&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" &gt;in gaza to night&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/603644415902310779-1471554343538998647?l=aqiemcahpemalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/feeds/1471554343538998647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/02/blinding-flash-of-white-light-lit-up.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/1471554343538998647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/1471554343538998647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/02/blinding-flash-of-white-light-lit-up.html' title=''/><author><name>Syarul Fala Alfatih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16362549648214189221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/S6L1YyNYSqI/AAAAAAAAAOs/87AhAIqyM6Y/S220/Gambar+(4).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SaTa93U9F3I/AAAAAAAAADw/FgxNH0rCsaA/s72-c/image12.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-603644415902310779.post-9210177058370666364</id><published>2009-02-22T20:15:00.000-08:00</published><updated>2009-07-05T23:19:57.677-07:00</updated><title type='text'>Renungan Harian</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51); font-weight: bold;font-family:lucida grande;" &gt;" &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 255, 51); font-weight: bold;font-family:lucida grande;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_0"&gt;Barang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1"&gt;Siapa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_3"&gt;malam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_4"&gt;hari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_5"&gt;merasakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_6"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SaI7Nz3TUzI/AAAAAAAAADg/Jv5s8k983Gs/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 129px; height: 129px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SaI7Nz3TUzI/AAAAAAAAADg/Jv5s8k983Gs/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305868419442365234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 255, 51); font-weight: bold;font-family:lucida grande;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_6"&gt;elelahan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_7"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_8"&gt;upaya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_9"&gt;keterampilan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_10"&gt;kedua&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_11"&gt;tangannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_12"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_13"&gt;siang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_14"&gt;hari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_15"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_16"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_17"&gt;malam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_18"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_19"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_20"&gt;diampuni&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_21"&gt;dosanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_22"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_23"&gt;ALLOH&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_24"&gt;SWT&lt;/span&gt; "&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_25"&gt;Pernahkah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_26"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_27"&gt;memperhatikan&lt;/span&gt;  &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_28"&gt;semut&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_29"&gt;menghadapi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_30"&gt;rintangan&lt;/span&gt; ? &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_31"&gt;Seekor&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_32"&gt;semut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_33"&gt;seperti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_34"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_35"&gt;berhenti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_36"&gt;berusaha&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_37"&gt;Ketika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_38"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_39"&gt;halangan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_40"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_41"&gt;depannya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_42"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_43"&gt;melewatinya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_44"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_45"&gt;mencari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_46"&gt;jalan&lt;/span&gt; lain &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_47"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_48"&gt;menembusnya&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_49"&gt;Ketika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_50"&gt;seekor&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_51"&gt;semut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_52"&gt;hendak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_53"&gt;mencapai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_54"&gt;tujuan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_55"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_56"&gt;sebuah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_57"&gt;batang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_58"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_59"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_60"&gt;terjatuh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_61"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_62"&gt;batang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_63"&gt;karena&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_64"&gt;terpleset&lt;/span&gt;, sang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_65"&gt;semut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_66"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_67"&gt;berusaha&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_68"&gt;naik&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_69"&gt;lagi&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_70"&gt;Begitulah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_71"&gt;berkali&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_72"&gt;kali&lt;/span&gt; sang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_73"&gt;semut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_74"&gt;berusaha&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_75"&gt;tanpa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_76"&gt;kenal&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_77"&gt;lelah&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:webdings;"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_78"&gt;Semut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_79"&gt;termasuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_80"&gt;makhluk&lt;/span&gt; yang &lt;span style="color: rgb(51, 255, 51); font-style: italic;"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_81"&gt;gigih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_82"&gt;sehingga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_83"&gt;apa&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_84"&gt;diinginkanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_85"&gt;dapat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_86"&gt;tercapai&lt;/span&gt;. Dan &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_87"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_88"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_89"&gt;sekelompok&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_90"&gt;serangga&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_91"&gt;bekerja&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_92"&gt;bahu&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_93"&gt;membahu&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_94"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_95"&gt;fokus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_96"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_97"&gt;tujuannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_98"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_99"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_100"&gt;juga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_101"&gt;fokus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_102"&gt;terhadap&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_103"&gt;solusi&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_104"&gt;bukan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_105"&gt;masalah&lt;/span&gt;.&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_106"&gt;Mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_107"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_108"&gt;menggigit&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_109"&gt;jikalau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_110"&gt;jari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_111"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_112"&gt;menghalangi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_113"&gt;langkahnya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_114"&gt;tapi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_115"&gt;justru&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_116"&gt;mencari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_117"&gt;jalan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_118"&gt;keluar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_119"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_120"&gt;sisi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_121"&gt;kiri&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_122"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_123"&gt;kanan&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_124"&gt;Semut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_125"&gt;menjadi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_126"&gt;tipikal&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_127"&gt;mahluk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_128"&gt;sukses&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_129"&gt;karena&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_130"&gt;sifat&lt;/span&gt;- &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_131"&gt;sifat&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;1) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_132"&gt;PANTANG&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_133"&gt;MENYERAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_134"&gt;FOKUS&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_135"&gt;PADA&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_136"&gt;TUJUAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;3) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_137"&gt;FOKUS&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_138"&gt;PADA&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_139"&gt;SOLUSI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;4) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_140"&gt;MENGUTAMAKAN&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_141"&gt;KEBERSAMAAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_142"&gt;Alkisah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_143"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_144"&gt;seorang&lt;/span&gt; Arab &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_145"&gt;pedalaman&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_146"&gt;sedang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_147"&gt;bepergian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_148"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_149"&gt;mencari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_150"&gt;nafkah&lt;/span&gt; . Ia &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_151"&gt;merasa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_152"&gt;kelelahan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_153"&gt;setelah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_154"&gt;berjalan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_155"&gt;sangat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_156"&gt;jauh&lt;/span&gt;. Ia &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_157"&gt;hendak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_158"&gt;kembali&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_159"&gt;sambil&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_160"&gt;memerhatikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_161"&gt;seekor&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_162"&gt;semut&lt;/span&gt;, sang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_163"&gt;semut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_164"&gt;naik&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_165"&gt;ke&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_166"&gt;sebongkah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_167"&gt;batu&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_168"&gt;Kemudian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_169"&gt;Semut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_170"&gt;jatuh&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_171"&gt;tetapi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_172"&gt;semut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_173"&gt;naik&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_174"&gt;lagi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_175"&gt;tanpa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_176"&gt;putus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_177"&gt;asa&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_178"&gt;Begitu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_179"&gt;seterusnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_180"&gt;hingga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_181"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_182"&gt;berhasil&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_183"&gt;berada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_184"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_185"&gt;puncak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_186"&gt;batu&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_187"&gt;Orang&lt;/span&gt; Arab &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_188"&gt;itu&lt;/span&gt; pun &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_189"&gt;bergumam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_190"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_191"&gt;hatinya&lt;/span&gt;:" &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_192"&gt;Aku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_193"&gt;lebih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_194"&gt;layak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_195"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_196"&gt;bersabar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_197"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_198"&gt;bersikap&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_199"&gt;tegar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_200"&gt;daripada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_201"&gt;semut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_202"&gt;ini&lt;/span&gt; !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_203"&gt;Tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_204"&gt;semata&lt;/span&gt;- &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_205"&gt;mata&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_206"&gt;Alloh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_207"&gt;swt&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_208"&gt;menciptakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_209"&gt;semut&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_210"&gt;kerap&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_211"&gt;terlihat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_212"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_213"&gt;manusia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_214"&gt;melainkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_215"&gt;manusia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_216"&gt;disuruh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_217"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_218"&gt;berpikir&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_219"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_220"&gt;meneladaninya&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_221"&gt;Bukankah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_222"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_223"&gt;disuruh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_224"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_225"&gt;memikirkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_226"&gt;segala&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_227"&gt;sesuatu&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_228"&gt;Alloh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_229"&gt;ciptakan&lt;/span&gt; ? &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_230"&gt;Sungguh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_231"&gt;sukses&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_232"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_233"&gt;bayaran&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_234"&gt;bagi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_235"&gt;sebuah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_236"&gt;kepayahan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_237"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_238"&gt;ketegaran&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_239"&gt;Tiada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_240"&gt;sukses&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_241"&gt;dicapai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_242"&gt;tanpa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_243"&gt;kerja&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_244"&gt;keras&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_245"&gt;serta&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_246"&gt;serba&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_247"&gt;mudah&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_248"&gt;Jikalau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_249"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_250"&gt;manusia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_251"&gt;sukses&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_252"&gt;seperti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_253"&gt;itu&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_254"&gt;tampaknya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_255"&gt;bisa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_256"&gt;dipastikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_257"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_258"&gt;jalan&lt;/span&gt;- &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_259"&gt;jalan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_260"&gt;tidak&lt;/span&gt; halal yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_261"&gt;dilakukan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_262"&gt;itu&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_263"&gt;mari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_264"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_265"&gt;persiapkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_266"&gt;diri&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_267"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_268"&gt;berjuang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_269"&gt;seperti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_270"&gt;halnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_271"&gt;semut&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_272"&gt;pantang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_273"&gt;menyerah&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_274"&gt;Telah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_275"&gt;dapat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_276"&gt;dipastikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_277"&gt;bahwa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_278"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_279"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_280"&gt;menghadapi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_281"&gt;masalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_282"&gt;baru&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_283"&gt;setelah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_284"&gt;masalah&lt;/span&gt; lama &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_285"&gt;selesai&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_286"&gt;mohon&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_287"&gt;maaf&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_288"&gt;bila&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_289"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_290"&gt;kata&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_291"&gt;salah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_292"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_293"&gt;kutip&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_294"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_295"&gt;majalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_296"&gt;ZAM&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_297"&gt;ZAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_298"&gt;Edisi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_299"&gt;Bagaimana&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_300"&gt;Hari&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_301"&gt;Harimu&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/603644415902310779-9210177058370666364?l=aqiemcahpemalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/feeds/9210177058370666364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/02/renungan-harian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/9210177058370666364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/9210177058370666364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/02/renungan-harian.html' title='Renungan Harian'/><author><name>Syarul Fala Alfatih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16362549648214189221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/S6L1YyNYSqI/AAAAAAAAAOs/87AhAIqyM6Y/S220/Gambar+(4).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/SaI7Nz3TUzI/AAAAAAAAADg/Jv5s8k983Gs/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-603644415902310779.post-807294958331742683</id><published>2009-02-20T21:16:00.003-08:00</published><updated>2009-07-05T23:20:27.203-07:00</updated><title type='text'>PACARAN ????? NGAK DECH.........................</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 0);font-family:georgia;font-size:180%;"  &gt;PACARAN ??????? NGGAK DECH..............................................................&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pacaran itu diidentifikasi sebagai suatu tali kasih sayang yang terjalin atas dasar saling menyukai antara lawan jenis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Sebelum menjelaskan pandangan Islam mengenai pacaran,  perlu dijelaskan bahwa ada tiga kemungkinan pacaran yang dimaksudkan, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;ol  style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;" start="1" type="1"&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Hubungan antara seorang laki-laki dengan perempuan yang bukan muhrim, dalam hubungan itu mereka sering berduaan, dan melakukan kontak jasmani berupa ciuman atau semacamnya. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Hubungan antara seorang laki-laki dengan perempuan yang bukan muhrim, dalam hubungan itu mereka sering berduaan, namun tetap menjaga agar tidak terjadi kontak badan, seperti ciuman dan semacamnya. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Hubungan antara seorang laki-laki dengan perempuan yang bukan muhrim, tetapi selalu menjaga agar mereka tidak berduaan apalagi melakukan kontak badan dalam bentuk apapun. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pacaran dalam bentuk 1 dan 2 dilaksanakan sebagai perbuatan yang mendekati perbuatan zina. Dalam pandangan Islam bentuk ketiga dikenal dengan istilah &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Ta’aruf&lt;/i&gt;. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Nazhara yanzhuru unzhur"&lt;/strong&gt; yakni memperhatikan, yaitu melihat calon istri sebatas untuk mengenal karakternya. Dalam Islam proses yang benar untuk mencapai pernikahan adalah :&lt;/span&gt; walaupun sebenarnya istilah ta’aruf ini bukanlah istilah yang digunakan yang mengandung pengertian " pendekatan" untuk menikah. karena jika dimaksudkan dengan maksud tersebut lebih tepat dengan istilah :" &lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div  style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ta’aruf   →    Khitbah  →   Nikah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Betulkah di dalam Islam ada yang namanya pacaran ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Islam menghalalkan pernikahan, bahkan dinyatakan sebagai sunnah. Akan tetapi Islam melarang keras perzinahan. Bukan hanya perzinahan, akan tetapi yang mendekati perzinahan pun dilarang oleh Islam. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran surat al-Isra:32. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dalam Islam, hubungan antara pria dan wanita dibagi menjadi dua, yaitu hubungan mahram dan hubungan nonmahram. Hubungan mahram adalah seperti yang disebutkan dalam Surah An-Nisa 23, yaitu mahram seorang laki-laki (atau wanita yang tidak boleh dikawin oleh laki-laki) adalah ibu (termasuk nenek), saudara perempuan (baik sekandung ataupun sebapak), bibi (dari bapak ataupun ibu), keponakan (dari saudara sekandung atau sebapak), anak perempuan (baik itu asli ataupun tiri dan termasuk di dalamnya cucu), ibu susu, saudara sesusuan, ibu mertua, dan menantu perempuan. Maka, yang tidak termasuk mahram adalah sepupu, istri paman, dan semua wanita yang tidak disebutkan dalam ayat di atas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Aturan untuk mahram sudah jelas, yaitu seorang laki-laki boleh berkhalwat (berdua-duaan) dengan mahramnya, semisal bapak dengan putrinya, kakak laki-laki dengan adiknya yang perempuan, dan seterusnya. Demikian pula, dibolehkan bagi mahramnya untuk tidak berhijab di mana seorang laki-laki boleh melihat langsung perempuan yang terhitung mahramnya tanpa hijab ataupun tanpa jilbab (tetapi bukan auratnya), semisal bapak melihat rambut putrinya, atau seorang kakak laki-laki melihat wajah adiknya yang perempuan. Aturan yang lain yaitu perempuan boleh berpergian jauh/safar lebih dari tiga hari jika ditemani oleh laki-laki yang terhitung mahramnya, misalnya kakak laki-laki mengantar adiknya yang perempuan tour keliling dunia. Aturan yang lain bahwa seorang laki-laki boleh menjadi wali bagi perempuan yang terhitung mahramnya, semisal seorang laki-laki yang menjadi wali bagi bibinya dalam pernikahan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Hubungan yang kedua adalah hubungan nonmahram, yaitu larangan berkhalwat (berdua-duaan), larangan melihat langsung, dan kewajiban berhijab di samping berjilbab, tidak bisa berpergian lebih dari tiga hari dan tidak bisa menjadi walinya. Ada pula aturan yang lain, yaitu jika ingin berbicara dengan nonmahram.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Katakanlah kepada orang-orang mukmin laki-laki: ‘Hendaklah mereka itu menundukkan sebahagian pandangannya dan menjaga kemaluannya ….’ Dan katakanlah kepada orang-orang mukmin perempuan: ‘Hendaknya mereka itu menundukkan sebahagian pandangannya dan menjaga kemaluannya …’. (An-Nur: 30–31)&lt;/strong&gt;. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Menundukkan pandangan yaitu menjaga pandangan, tidak dilepas begitu saja tanpa kendali sehingga dapat menelan merasakan kelezatan atas birahinya kepada lawan jenisnya yang beraksi. Pandangan dapat dikatakan terpelihara apabila secara tidak sengaja melihat lawan jenis kemudian menahan untuk tidak berusaha melihat mengulangi melihat lagi atau mengamat-amati kecantikannya atau kegantengannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dari Jarir bin Abdullah, ia berkata, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Saya bertanya kepada Rasulullah saw. tentang melihat dengan mendadak. Maka jawab Nabi, ‘Palingkanlah pandanganmu itu!” (HR Muslim, Abu Daud, Ahmad, dan Tirmizi)&lt;/strong&gt;. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. telah bersabda yang artinya, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan dibenarkan atau diingkari oleh alat kelamin.”&lt;/strong&gt; &lt;/em&gt;(Hadis sahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibn Abbas dan Abu Hurairah). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua teling zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhazrat dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisasi) oleh kelamin atau digagalkannya.”&lt;/strong&gt; (HR Bukhari). &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Rasulullah saw. berpesan kepada Ali r.a. yang artinya, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Hai Ali, Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya! Kamu hanya boleh pada pandangan pertama, adapun berikutnya tidak boleh.&lt;/strong&gt;” (HR Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi). &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Al-Hakim meriwayatkan, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Hati-hatilah kamu dari bicara-bicara dengan wanita, sebab tiada seorang laki-laki yang sendirian dengan wanita yang tidak ada mahramnya melainkan ingin berzina padanya.” &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Yang terendah adalah zina hati dengan bernikmat-nikmat karena getaran jiwa yang dekat dengannya, zina mata dengan merasakan sedap memandangnya dan lebih jauh terjerumus ke zina badan dengan, saling bersentuhan, berpegangan, berpelukan, berciuman, dan seterusnya hingga terjadilah persetubuhan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ath-Thabarani dan Al-Hakim meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Allah berfirman yang artinya, ‘Penglihatan (melihat wanita) itu sebagai panah iblis yang sangat beracun, maka siapa mengelakkan (meninggalkannya) karena takut pada-Ku, maka Aku menggantikannya dengan iman yang dapat dirasakan manisnya dalam hatinya.” &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ath-Thabarani meriwayatkan, Nabi saw. bersabda yang artinya,&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Awaslah kamu dari bersendirian dengan wanita, demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, tiada seorang lelaki yang bersendirian (bersembunyian) dengan wanita malainkan dimasuki oleh setan antara keduanya. Dan, seorang yang berdesakkan dengan babi yang berlumuran lumpur yang basi lebih baik daripada bersentuhan bahu dengan bahu wanita yang tidak halal baginya.” &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Di dalam kitab Dzamm ul Hawa, Ibnul Jauzi menyebutkan dari Abu al-Hasan al-Wa’ifdz bahwa dia berkata, “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ketika Abu Nashr Habib al-Najjar al-Wa’idz wafat di kota Basrah, dia dimimpikan berwajah bundar seperti bulan di malam purnama. Akan tetapi, ada satu noktah hitam yang ada wajahnya. Maka orang yang melihat noda hitam itu pun bertanya kepadanya, ‘Wahai Habib, mengapa aku melihat ada noktah hitam berada di wajah Anda?’ Dia menjawab, ‘Pernah pada suatu ketika aku melewati kabilah Bani Abbas. Di sana aku melihat seorang anak amrad dan aku memperhatikannya. Ketika aku telah menghadap Tuhanku, Dia berfirman, ‘Wahai Habib?’ Aku menjawab, ‘Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah.’ Allah berfirman, ‘Lewatlah Kamu di atas neraka.’ Maka, aku melewatinya dan aku ditiup sekali sehingga aku berkata, ‘Aduh (karena sakitnya).’ Maka. Dia memanggilku, ‘Satu kali tiupan adalah untuk sekali pandangan. Seandainya kamu berkali-kali memandang, pasti Aku akan menambah tiupan (api neraka).” &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Hal tersebut sebagai gambaran bahwa hanya melihat amrad (anak muda belia yang kelihatan tampan) saja akan mengalami kesulitan yang sangat dalam di akhirat kelak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Semalam aku melihat dua orang yang datang kepadaku. Lantas mereka berdua mengajakku keluar. Maka, aku berangkat bersama keduanya. Kemudian keduanya membawaku melihat lubang (dapur) yang sempit atapnya dan luas bagian bawahnya, menyala api, dan bila meluap apinya naik orang-orang yang di dalamnya sehingga hampir keluar. Jika api itu padam, mereka kembali ke dasar. Lantas aku berkata, ‘Apa ini?’ Kedua orang itu berkata, ‘Mereka adalah orang-orang yang telah melakukan zina.” &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;(hadits riwayat Bukhari dan Muslim). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Di dalam kitab Dzamm ul-Hawa, Ibnul Jauzi menyebutkan bahwa Abu Hurairah r.a. dan Ibn Abbas r.a., keduanya berkata, Rasulullah saw. Berkhotbah, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Barang siapa yang memiliki kesempatan untuk menggauli seorang wanita atau budak wanita lantas dia melakukannya, maka Allah akan mengharamkan surga untuknya dan akan memasukkan dia ke dalam neraka. Barang siapa yang memandang seorang wanita (yang tidak halal) baginya, maka Allah akan memenuhi kedua matanya dengan api dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam neraka. Barang siapa yang berjabat tangan dengan seorang wanita (yang) haram (baginya) maka di hari kiamat dia akan datang dalam keadaan dibelenggu tangannya di atas leher, kemudian diperintahkan untuk masuk ke dalam neraka. Dan, barang siapa yang bersenda gurau dengan seorang wanita, maka dia akan ditahan selama seribu tahun untuk setiap kata yang diucapkan di dunia. Sedangkan setiap wanita yang menuruti (kemauan) lelaki (yang) haram (untuknya), sehingga lelaki itu terus membarengi dirinya, mencium, bergaul, menggoda, dan bersetubuh dengannya, maka wanitu itu juga mendapatkan dosa seperti yang diterima oleh lelaki tersebut.” &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;‘Atha’ al-Khurasaniy berkata, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Sesungguhnya neraka Jahanam memiliki tujuh buah pintu. Yang paling menakutkan, paling panas, dan paling bisuk baunya adalah pintu yang diperuntukkan bagi para pezina yang melakukan perbuatan tersebut setelah mengetahui hukumnya.” &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dari Ghazwan ibn Jarir, dari ayahnya bahwa mereka berbicara kepada Ali ibn Abi Thalib mengenai beberapa perbuatan keji. Lantas Ali r.a. berkata kepada mereka, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Apakah kalian tahu perbuatan zina yang paling keji di sisi Allah Jalla Sya’nuhu?” Mereka berkata, “Wahai Amir al-Mukminin, semua bentuk zina adalah perbuatan keji di sisi Allah.” Ali r.a. berkata, “Akan tetapi, aku akan memberitahukan kepada kalian sebuah bentuk perbuatan zina yang paling keji di sisi Allah Tabaaraka wa Taala, yaitu seorang hamba berzina dengan istri tetangganya yang muslim. Dengan demikian, dia telah menjadi pezina dan merusak istri seorang lelaki muslim.” Kemudian, Ali r.a. berkata lagi, “Sesungguhnya akan dikirim kepada manusia sebuah aroma bisuk pada hari kiamat, sehingga semua orang yang baik maupun orang yang buruk merasa tersiksa dengan bau tersebut. Bahkan, aroma itu melekat di setiap manusia, sehingga ada seseorang yang menyeru untuk memperdengarkan suaranya kepada semua manusia, “Apakah kalian tahu, bau apakah yang telah menyiksa penciuman kalian?” Mereka menjawab, “Demi Allah, kami tidak mengetahuinya. Hanya saja yang paling mengherankan, bau tersebut sampai kepada masing-masing orang dari kita.” Lantas suara itu kembali terdengar, “Sesungguhnya itu adalah aroma alat kelamin para pezina yang menghadap Allah dengan membawa dosa zina dan belum sempat bertobat dari dosa tersebut.” &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Bukankah banyak kejadian orang-orang yang berpacaran dan bercinta-cinta dengan orang yang telah berkeluarga? Jadi, pacaran tidak hanya mereka yang masih bujangan dan gadis, tetapi dari uisa akil balig hingga kakek nenek bisa berbuat seperti yang diancam oleh hukuman Allah tersebut di atas. Hanya saja, yang umum kelihatan melakukan pacaran adalah para remaja. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Namun, bukan berarti tidak ada solusi dalam Islam untuk berhubungan dengan nonmahram. Dalam Islam hubungan nonmahram ini diakomodasi dalam lembaga perkawinan melalui sistem khitbah/lamaran dan pernikahan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Hai golongan pemuda, siapa di antara kamu yang mampu untuk menikah, maka hendaklah ia menikah, karena menikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih memelihara kemaluan. Tetapi, siapa yang tidak mampu menikah, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu dapat mengurangi syahwat.”&lt;/strong&gt; &lt;/em&gt;(HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmizi, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan Darami).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jika kita ingin mengetahui sifat calon pasangan tidaklah harus dengan pacaran hal itu bias tanya secara langsung dengan memakai pendamping (penengah) yang mahram. Atau, bisa melalui perantara, baik itu dari keluarga atau saudara kita sendiri ataupun dari orang lain yang dapat dipercaya. Hal ini berlaku bagi kedua belah pihak. Kemudian, bagi seorang laki-laki yang menyukai wanita yang hendak dinikahinya, sebelum dilangsungkan pernikahan, maka baginya diizinkan untuk melihat calon pasangannya untuk memantapkan hatinya dan agar tidak kecewa di kemudian hari. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div face="arial" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Apabila seseorang hendak meminang seorang wanita kemudian ia dapat melihat sebagian yang dikiranya dapat menarik untuk menikahinya, maka kerjakanlah.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;” &lt;/strong&gt;(HR Abu Daud). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div  style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Perbedaan  Ta’aruf dengan Pacaran adalah Sebagai Berikut :&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div face="arial" style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div face="arial" style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tujuan ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;ul  style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Taaruf (T)&lt;/strong&gt; : Mengenal calon istri/suami, dengan harapan ketika ada kecocokan antara kedua belah pihak berlanjut dengan pernikahan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Pacaran (P)&lt;/strong&gt; : Mengenal calon pacar, dengan harapan ketika ada kecocokan antara kedua belah pihak berlanjut dengan pacaran, syukur syukur bisa nikah.....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Kapan dimulai ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul  style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;T : Saat calon suami dan calon istri sudah merasa bahwa menikah adalah suatu kebutuhan dan sudah siap secara fisik, mental dan insya Allah materi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;P : Saat sudah diledek sama teman " Koq masih jomblo ?" atau saat butuh temen curhat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;div style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold; font-family: arial;"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;Waktu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;ul  style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; T : Sesuai dengan adab bertamu&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;P : Pagi boleh, siang oke, sore ayo, malam bisa , dini hari kalau ngga ada yang komplain juga ngga apa2&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Tempat Pertemuan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul  style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;T : Dirumah sang calon, balai pertemuan, musholla, masjid&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;P : dirumah sang calon, kantor, mall, cafe, diskotik, tempat wisata, kendaraan umum &amp;amp; pribadi, pabrik, taman.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Frekuensi pertemuan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul  style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;T :  lebih sedikit lebih baik karena menghindari zina hati&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;P : lazimnya seminggu sekali, pas malem minggu kalo bisa tiap hari. alhamdulillah......&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;div style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Lama pertemuan&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;ul  style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;T : sesuai dengan adab bertamu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;P : Selama belum ada yang komplain, lanjut mang !&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;Materi pertemuan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul  style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;T : Kondisi pribadi, keluarga, harapan serta keinginan dimasa depan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;P : Cerita apa aja kejadian minggu ini, ngobrol ngalur ngidul ketawa ketiwi....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jumlah yang hadir&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;ul  style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;T : Minimal calon lelaki, calon perempuan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;P : Calon lelaki dan calon perempuan saja (berdua), kalo rame rame bukan pacaran tapi rombongan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Biaya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul  style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;T : Secukupnya dalam rangka menghormati tamu (sesuai adab tamu)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;P : kalau ada biaya : ngapel, kalau ngga ada absen dulu atau cari pinjeman, terus tempat pertemuannya dirumah aja kali ya ? tapi gengsi dong pacaran dirumah doang ?? Apa kata doi coba ??&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Lamanya &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul  style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;T : Ketika sudah tidak ada lagi keraguan dikedua belah pihak, lebih cepat lebih baik dan ketika informasi sudah cukup (bisa seminggu, sebulan, 2 bulan) apalagi yang ditunggu tunggu ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;P : bisa 3 bulan, 6 bulan, setahun, 2 tahun bahkan mungkin 10 tahun&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Saat tidak ada kecocokan saat proses&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul  style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;T : Salah satu pihak bisa menyatakan tidak ada kecocokan dan proses stop dengan menyebut alasannya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Salah satu pihak bisa menyatakan tidak ada kecocokan dan proses stop dengan/tanpa menyebut alasannya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Etika pergaulan dalam Islam adalah, khususnya antara lelaki dan perempuan garis besarnya adalah sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul  style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Saling menjaga pandangan di antara laki-laki dan wanita, tidak boleh melihat aurat , tidak boleh memandang dengan nafsu dan tidak boleh melihat lawan jenis melebihi apa yang dibutuhkan. (An-Nur : 30-31) &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sang wanita wajib memakai pakaian yang sesuai      dengan syariat, yaitu pakaian yang menutupi aurat (An-Nur : 31) &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Hendaknya bagi wanita untuk selalu menggunakan      adab yang islami ketika bermuamalah dengan lelaki, seperti: &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Di waktu mengobrol hendaknya ia menjauhi      perkataan yang merayu dan menggoda &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Di waktu berjalan hendaknya wanita jangan      menggoda orang yang melihat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tidak diperbolehkan adanya pertemuan lelaki dan      perempuan tanpa disertai dengan muhrim. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Termasuk di sini suka mojok atau berduaan      ditempat yang sepi, karena yang ketiga adalah setan. Seperti sabda nabi: &lt;i&gt;"&lt;/i&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat (berduaan di tempat sepi), sebab setan menemaninya, janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali disertai dengan mahramnya."&lt;/i&gt; (HR. Bukhari &amp;amp; Muslim).&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Hidup di dunia yang singkat ini kita siapkan untuk memperoleh kemenangan di hari akhirat kelak. Oleh karena itu, marilah kita mulai hidup ini dengan bersungguh-sungguh dan jangan bermain-main. Kita berusaha dan berdoa mengharap pertolongan Allah agar diberi kekuatan untuk menjalankan perintah dan meninggalkan larangan-Nya. Semoga Allah menolong kita, amin. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Harus di sadari oleh kita semua semua bahwa Memiliki Rasa Cinta Adalah Fitrah dari Allah SWT, namun jangan sampai kita mengumbar rasa cinta kita dengan seenaknya saja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pokoknya aktivitas pacaran itu dekat banget dengan zina. So....kesimpulannya Pacaran itu haram hukumnya, and kagak ada legitimasi Islam buatnya, adapun beribu atau berjuta alasan tetep aja pacaran itu haram. Sedangkan yang dibolehkan adalah Nazhara yanzhuru unzhur ataupun istilah dikalangan muda muslim sekarang yaitu Ta’aruf. . &lt;i&gt;Wallahu a’lam bisshawab&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;** mohon maaf jika ada pihak2 yang tidak berkenan atas kehadiran Artike&lt;/span&gt;l ini**&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/603644415902310779-807294958331742683?l=aqiemcahpemalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/feeds/807294958331742683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/02/pacaran-ngak-dech.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/807294958331742683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/603644415902310779/posts/default/807294958331742683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqiemcahpemalang.blogspot.com/2009/02/pacaran-ngak-dech.html' title='PACARAN ????? NGAK DECH.........................'/><author><name>Syarul Fala Alfatih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16362549648214189221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y7upkTAY7FY/S6L1YyNYSqI/AAAAAAAAAOs/87AhAIqyM6Y/S220/Gambar+(4).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
